Berita

foto:net

Politik

Mekanisme Pilkada Serentak Masih Alot

SELASA, 26 AGUSTUS 2014 | 06:57 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan pemerintah sepakat pemilihan kepala daerah (Pilkada) gelombang pertama akan digelar serentak pada Oktober 2015.

"Pilkada serentak sudah disepakati sekitar Oktober 2015. Yang belum disepakati itu apakah dilakukan pilkada langsung atau tidak langsung (pemilihan oleh anggota DPRD)," ujar anggota Komisi II DPR Agus Purnomo, kemarin (Senin, 25/8).

Pernyataan politisi dari PKS itu menanggapi Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri, Djohermansyah Djohan, yang menyebutkan bahwa ditargetkan pengesahan RUU Pilkada yang sudah dibahas selama dua tahun lebih itu, akan segera disahkan pada September 2014 atau sebelum habisnya masa kerja DPR periode 2009-2014.


Jika target tidak meleset, maka perlu waktu untuk penyusunan aturan teknis penjabaran UU Pilkada, untuk acuan pelaksanaan pilkada serentak pada Oktober 2015. Untuk pelaksanaan pilkada serentak Oktober 2015 ini, lanjut Djohermansyah, maka tahapan baru akan mulai paling cepat Februari 2015.

Djohermansyah menyebut, pilkada serentak gelombang pertama Oktober 2015 ini dilakukan 203 daerah. Selanjutnya, pilkada serentak dilakukan lagi pada 2018, dilakukan 285 daerah. Sedangkan pilkada serentak nasional direncanakan akan berlangsung pada 2021.

Agus membenarkan omongan Djohemansyah. Namun dikatakan, pembahasan mengenai mekanisme pilkada langsung atau tidak langsung, masih alot.

"Lobi-lobi antar fraksi masih terus kita lakukan untuk mencapai kesepakatan," tandas Agus seperti dilansir dari JPNN. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

NATO Turun Gunung Usai Trump Mau Tarik 5 Ribu Pasukan dari Jerman

Minggu, 03 Mei 2026 | 00:03

Komdigi Dorong Sinergi Penegakan Hukum Ruang Digital

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:45

Wamenkeu soal Purbaya Masuk RS: Insya Allah Sehat, Doakan Saja!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:32

Negosiasi Berjalan Buntu, Trump Tuding Iran Tidak Punya Pemimpin Jelas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:19

Pernyataan Amien Rais di Luar Batas Kritik Objektif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:51

Sekolah Tinggi, Disiplin Rendah: Catatan Hardiknas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:38

Aktivis 98: Pernyataan Amien Rais Tidak Cerminkan Intelektual

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:18

Wakil Wali Kota Banjarmasin Dinobatkan Sebagai Perempuan Inspiratif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:48

KAI Pasang Pemasangan Palang Pintu Sementara di Perlintasan Jalan Ampera

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:34

Paguyuban Tak Pernah Ideal, Tapi Harus Berdampak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:52

Selengkapnya