Berita

Akbar Tandjung

Wawancara

WAWANCARA

Akbar Tandjung: Kami Menyiapkan Diri Untuk Berada Di Luar Pemerintahan

SENIN, 25 AGUSTUS 2014 | 10:01 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung mengakui putusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai sengketa pilpres sudah final dan mengikat.

“Tapi banyak hal yang harus menjadi perhatian MK. Sebab, dalam pelaksanaan pilpres terjadi banyak penyimpangan,’’ cetus Akbar Tandjung kepada Rakyat Merdeka, yang dihubungi via telepon, kemarin.

Seperti diketahui, Ketua MK Hamdan Zoelva mengatakan, sembilan hakim konstitusi, menolak seluruh gugatan yang dimohonkan kubu Prabowo-Hatta.


Sebab, dugaan adanya pelanggaran atau kecurangan tersturuktur, sistematis, dan masif tidak terbukti.

“Menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya. Kesepakatan diambil pada Kamis 21 Agustus 2014   oleh 9 hakim konstitusi,” ucap Hamdan.

Akbar Tandjung selanjutnya mengatakan, seharusnya MK bisa mempertimbangkan putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) bahwa ada anggota KPU melanggar kode etik.

“Ini masalah yang serius. Seharusnya MK bisa mempertimbangkannya,’’ ujar Penasihat Tim Sukses Prabowo-Hatta itu.

Berikut kutipan selengkapnya;

Anda tidak puas dengan putusan MK?
Sayangnya MK hanya melihat persoalan dari satu perspektif saja. Padahal, dalam kacamata hukum ada dimensi keadilan. Nah ini yang mungkin mereka lupakan.

Padahal mereka mempunyai reputasi yang baik. Seluruh hakimnya mempunyai visi kenegarawanan.

Anda mengakui putusan MK sudah final dan mengikat, apa masih mengadu ke PTUN dan MA?
Saat ini masih dalam pertimbangan. Belum ada tindakan yang kami ambil.

Namun kami tetap akan melanjutkan proses hukum ke depan.Tujuannya agar nampak secara jelas ke masyarakat bahwa ada hal yang kita jadikan bahan masukan di pilpres.

Apa benar Golkar ingin merapat ke Jokowi?
Kami tidak ada niat untuk itu. Para politisi harus mempersiapkan diri untuk berada di luar pemerintahan. Menjadi oposisi tidak kalah terhormat. Untuk memperjuangkan visi dan pandangan politik tidak harus berada dalam pemerintahan, tapi bisa melalui jalur legislatif.

Berarti berjuang melalui DPR?

Ya. Karena DPR periode mendatang sangat kuat dalam menentukan fungsinya sebagai perumus anggaran, fungsi kontrol, penetapan legislasi dan pengawasan jalannya pemerintahan.

Apa rencana ke depan Tim Koalisi Prabowo-Hatta?
Tidak ada pembicaraan sejauh itu. Untuk rencana strategis ke depan, kami belum bisa mengatakan karena belum ada pertemuan tim koalisi merah putih untuk membahas langkah selanjutnya.

Apa benar ada parpol pendukung Prabowo-Hatta yang merapat ke Jokowi-JK?
Itu tidak benar. Belum ada info yang menyatakan seperti itu. Kami masih dalam satu barisan. Masih memperjuangkan hal-hal yang telah kami sepakati sebelumnya. Belum ada perubahan kesepakatan yang sudah dibentuk dari awal.

Jokowi menyatakan tidak perlu rekonsiliasi, tanggapan Anda?
Memang tidak perlu ada rekonsiliasi di antara kita. Lagipula kita merasa tidak ada masalah. Kita ini kan bersahabat. Jadi rekonsiliasi untuk apa. ***

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

Mengenal Bupati Rejang Lebong M Fikri yang Baru Terjaring OTT

Selasa, 10 Maret 2026 | 06:15

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

UPDATE

Prabowo Cap Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis Sebagai Aksi Terorisme

Kamis, 19 Maret 2026 | 20:16

Motif Penyerang Aktivis KontraS Inisiatif atau Perintah Atasan?

Kamis, 19 Maret 2026 | 20:15

Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 Hijriah Jatuh pada 21 Maret 2026

Kamis, 19 Maret 2026 | 19:51

Pemerintah Siapkan Skema WFH PNS hingga Swasta, Berlaku Usai Idulfitri

Kamis, 19 Maret 2026 | 19:24

Waspada, Ratusan Suspek Virus Campak Ditemukan di Sumut

Kamis, 19 Maret 2026 | 19:20

Hilal 1 Syawal Belum Terlihat di Jawa Barat

Kamis, 19 Maret 2026 | 19:07

Bank Mandiri Berangkatkan Lebih dari 10.000 Pemudik Lebaran 2026

Kamis, 19 Maret 2026 | 19:05

Megawati Curhat ke Prabowo Lawatan di Arab Saudi dan UEA

Kamis, 19 Maret 2026 | 18:42

MUI: Jangan Paksakan Idulfitri Berbarengan

Kamis, 19 Maret 2026 | 18:29

MUI Imbau Umat Tunggu Hasil Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H

Kamis, 19 Maret 2026 | 17:41

Selengkapnya