Inggris masih berupaya mencari tahu soal siapa sosok militan ISIS yang melakukan pemenggalan wartawan Amerika Serikat James Foley dalam sebuah tayangan video pekan ini.
Pasalnya, militan yang melakukan pemenggalan berbicara dengan aksen British, sehingga dicurigai merupakan warga negara Inggris.
Daily Mail pada Jumat (22/8) mengabarkan, militan tersebut diperkirakan merupakan pria yang berusia sekitar awal 20 tahunan. Pria itu sendiri diketahui hanya disebut dengan panggilan "John" tanpa diketahui identitas aslinya. Menurut seorang tahanan Prancis yang pernah diculik oleh "John", pria itu merupakan bagian dari kelopok jihadis Inggris yang menyebut mereka sendiri sebagai "The Beatles".
Saat ini setidakanya ada tiga warga Inggris yang dicurigai merupakan sosok asli "John" itu. Ketiganya diketahui memiliki catatan kriminal dan diduga bergabung dengan kelompok militan di Timur Tengah.
Pertama adalah mantan rapper London berusia 23, Abdel-Majed Abdel Bary, kemudian seorang peretas komputer berusia 20 tahun dari Birmingham bernama Abu Hussain Al-Britani, dan seorang pria Portsmouth Abu Abdullah al-Britani.
Menurut laporan di harian The Sun, di antara ketiga pria itu agaknya memiliki suara yang serupa dengan suara militan ISIS yang melakukan aksi pemenggalan itu.
Intelijen Inggris sendiri masih melakukan investigasi untuk menggunakan perangkat lunak demi membantu menyesuaikan dan mencari tahu suara "John" itu.
"Agen intelijen dna polisi kami mempelajari materi-materi yang kami dapatkan," kata Menteri Luar Negeri Inggris Phillip Hammond.
"Anda tidak dapat mengharapkan saya untuk memberikan komentar segera terkait proses itu, tapi kami mengumpulkan sejumlah sumber untuk mengidentifikasi individu itu," sambungnya.
[mel]