Berita

golkar/net

Ternyata Golkar Belum Benar-benar Demokratis!

JUMAT, 22 AGUSTUS 2014 | 14:08 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Proses demokratisasi di Partai Golkar ternyata belum berjalan. Hal ini terlihat jelas dalam pemecatan tiga kader muda Golkar, yaitu Nusron Wahid, Agus Gumiwang, dan Poempida Hidayatullah. Bahkan DPP Golkar meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencoret nama Nusron dan Agus dari daftar caleg terpilih.

"Ancaman PAW itu tunjukkan demokratisasi internal di Partai Golkar belum berjalan. Oposisional atas elite pengendali partai direspon dengan ancaman PAW atau bahkan pemecatan," kata pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Ari Dwipayana, beberapa saat lalu (Jumat, 22/8).

Menurut Ari, sikap Golkar ini tentu terkait dengan faksionalisasi di internal Partai Golkar sebelum Pilpres.  Faksionalisasi di Partai Golkar, sering terjadi tapi seringkali tidak berakhir dengan jalan-jalan pragmatis. Pola strategi pragmatisme politik dalam selesaikan konflik antar faksi justru membuat Golkar tetap kuat dalam lima belas tahun terakhir.


"Tapi gaya ARB (Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie) yang cenderung gunakan model stick atas oposisional bisa jadi karena ini merupakan pertaruhan akhir survavilitas politik faksinya di internal. Apalagi posisi politiknya semakin melemah sejalan dengan melemahnya kapasitas politik Koalisi Merah Putih," ujarnya.

Terkait dengan sikap KPU dalam merespon permintaan Golkar, menurut Ari, secara normatif sikap KPU tentu harus menunggu putusan atas gugatan Nusron. Artinya KPU harus berjalan imparsial sesuai dengan koridor aturan main yang berlaku.

Secara politik, lanjut Ari, PAW mungkin senjata yang dimiliki oleh pengendali partai. Namun Nusron bisa mempersoalkan itu baik secara hukum maupun politik. Lenih-lebih basis dukungan politik dalam bentuk vote yang diperoleh dalam pemilu 2014 adalah modal politik yang dimiliki Nusron.

"Tentu konfigurasi di internal Golkar akan mulai bergeser setelah keputusan MK yang menguatkan keputusan KPU atau menolak secara keseluruhan gugatan Koalisi Merah Putih," demikian Ari. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya