Berita

pdip/net

SUKSESI PDIP

Faksionalisasi di Tubuh PDI Perjuangan Tidak Akan Membesar

KAMIS, 21 AGUSTUS 2014 | 13:22 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Perbedaan pandangan antar-elit partai dalam menentukan suatu kebijakan pasti akan selalu ada. Pun demikian dengan PDI Perjuangan.

Terlihat jelas, belakangan ini ada banyak sikap dari elit PDI Perjuangan yang berbeda satu sama lain. Bahkan, sesekali perbedaan itu dibumbui gesekan yang tak bisa disembunyikan dari publik.

Namun demikian, kata pengamat politik dari Universitas Parahyangan, Asep Warlan Yusuf, perbedaan dan gesekan di PDI Perjuangan masih dalam taraf wajar. Dalam artian, perbedaan itu bukan kristalisasi dari faksi-faksi lama yang ada di tubuh PDI Perjuangan.


"Hemat saya, faksi-faksi di PDIP tidak seperti di Golkar karena ada faktor Bu Mega yang bisa jaga soliditas partai. Artinya, faksionalisasi di PDIP tidak akan membesar karena sekarang tidak ada juga tokoh yang menonjol yang mewakili faksi itu," kata Asep kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Kamis, 21/8).

PDI Perjuangan, yang semula bernama PDI, merupakan partai hasil fusi di era Orde Baru. Partai-partai itu adalah Partai Nasional Indonesia (PNI), Partai Musyawarah Rakyat Banyak (Partai Murba), Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI), Partai Kristen Indonesia (Parkindo) dan Partai Katolik.

Sementara pihak menilai faksionalisasi di tubuh PDI perjuangan ini sudah kembali hidup, menguat dan mengkristal, dan akan mengemuka dalam Kongres 2015. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya