Berita

megawati/net

SUKSESI PDIP

Sudah Saatnya Megawati Lepaskan Jabatan Ketua Umum PDIP

KAMIS, 21 AGUSTUS 2014 | 07:03 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Kongres PDI Perjuangan tinggal setahun lagi. Karena itu, PDI Perjuangan harus mempersiapkan suksesi ini dengan baik. Lebih-lebih PDI Perjuangan kini sudah menjadi partai penguasa.

Bagi pengamat politik dari Universitas Parahyangan, Asep Warlan Yusuf, kini sudah saatnya Megawati Soekarnoputri melepaskan jabatan ketua umum. Dalam artian, Megawati tak perlu lagi maju menjadi ketua umum, bahkan ketika sekalipun ada dorongan dari elit dan kader bawah yang mau mempertahankannya.

"Memang mencari orang sekuat dan sekharisma Bu Mega di PDI Perjuangan tidak mudah. Namun sudah saatnya Bu Mega menyerahkan kepemimpinan kepada yang lain," kata Asep kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Kamis, 21/8).


Bila tak lagi menjadi ketua umum, ungkap Asep, Megawati bisa ditempatkan tetap dalam posisi terhormat, tapi tidak mengurus agenda keseharian partai. Misalnya menjadi semacam dewan pembina, majelis tinggi, atau dewan pertimbangan partai.

"Dengan posisi itu, peran Bu Mega tidak hilang untuk tetap menjaga soliditas partai," demikian Asep. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya