. Semangat Pemprov DKI Jakarta untuk mewujudkan pembangunan enam ruas jalan tol di Ibukota, adalah sikap yang tidak pro pada transportasi umum yang merupakan kebutuhan masyarakat.
"Semangat itu lebih menunjukan bahwa Pemprov DKI hanya memihak kepentingan pengusaha industri otomotif," ujar Presidium Indonesia Traffic Watch (ITW), Edison Siahaan kepada redaksi sesaat lalu, Rabu (20/8).
Menurutnya, pembangunan enam ruas jalan tol di Jakarta hanya kepentingan politik dan bisnis semata. Bahkan ada kecurigaan adanya konspirasi birokrasi dengan pengusaha.
Jelas Edison, tidak ada jaminan pembangunan ruas jalan tol di Jakarta akan bisa mengatasi kemacetan. Justru proyek pembangunan enam ruas jalan tol itu akan merangsang populasi kendaraan pribadi yang setiap harinya terus meningkat. Pada akhirnya akan menimbulkan kemacetan dan kerugian ekonomi yang sangat luar biasa akibat pemborosan penggunaan bahan bakar minyak (BBM). Tidak hanya itu, kemacetan juga membunuh aktivitas dan kreatifitas masyarakat.
"Proyek jalan tol Jakarta akan mempercepat pertumbuhan jumlah kendaraan yang hanya menguntungkan masyarakat kelas menengah ke atas," tegasnya.
Apalagi, lanjut Edison, penambahan ruas jalan tidak menjadi jaminan akan bisa mengatasi kemacetan. Justru potensi menimbulkan kemacetan jika tidak diimbangi dengan regulasi yang bisa mengontrol pertumbuhan jumlah kendaraan pribadi. "Jalan baru akan menimbulkan niat orang untuk menggunakan kendaraan pribadi," ungkapnya.
ITW mendesak pemerintah khususnya Pemprov DKI agar membuat kebijakan soal lalu lintas dan angkutan jalan yang pro transportasi umum. "Bangun jalan tapi gratis, kalau bayar itu bisnis bukan pro rakyat," kata Edison.
Sebaiknya, tambah Edison, Pemprov DKI harus fokus pada upaya mengatasi kemacetan yang kian hebat. Dengan membangun moda transportasi terintegrasi, yang bisa memberikan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran (kamseltibcar). Pihaknya yakin, dengan tersedianya angkutan umum yang layak dan biayanya terjangkau untuk digunakan masyarakat mencapai tujuan, maka jumlah kendaraan pribadi di jalan raya akan turun drastis.
[rus]