Berita

Dino Patti Djalal

Wawancara

WAWANCARA

Dino Patti Djalal: Nggak Mau Komentar Soal Menteri, Nanti Dikira Saya Ngincar Posisi Itu

RABU, 20 AGUSTUS 2014 | 08:11 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Dino Patti Djalal tidak ingin disebut mengincar jabatan. Meski namanya masuk bursa kabinet Joko Widodo-Jusuf Kalla, bekas Dubes Indonesia untuk Amerika Serikat (AS) itu
nggak mau berspekulasi.

“Saya nggak mau mengomentari (kabinet) Pak Jokowi atau siapapun. Itu di luar ranah saya,” ujar Dino Patti Djalal di Jakarta, Senin (18/8) malam.

Seperti diketahui, Dino memang tak punya hubungan khusus dengan Jokowi maupun JK. Namun, pengalamannya menjadi diplomat yang cukup panjang, membuat namanya diperhitungkan untuk mengisi kursi Menteri Luar Nageri (Menlu).

Seperti diketahui, Dino memang tak punya hubungan khusus dengan Jokowi maupun JK. Namun, pengalamannya menjadi diplomat yang cukup panjang, membuat namanya diperhitungkan untuk mengisi kursi Menteri Luar Nageri (Menlu).

Setelah selesai mengikuti proses konvensi capres Partai Demokrat, Dino memilih netral. Ia tak menjalin komunikasi dengan kubu Jokowi-JK maupun Prabowo-Hatta.

Berikut kutipan selengkapnya :

Setelah pilpres, apa Anda berkomunikasi dengan Jokowi atau timnya?
Selama proses pilpres, tidak ada kontak sama sekali dengan Jokowi maupun timnya.

Anda masuk dalam bursa kabinet Jokowi-JK, apa  pernah dihubungi Jokowi atau tim-nya?
Nggak pernah.

Bagaimana jika diminta Jokowi-JK menjadi menteri?

Saya nggak komentar soal menteri. Nanti dikira saya ngincar posisi itu. Saya tidak menjawab pertanyaan soal jabatan.

Menurut penilaian Anda, bagaimana rencana penghapusan Wamen di kabinet Jokowi-JK?
Saya nggak mau komentar soal politik.

Apa program yang Anda jalankan di Kementerian Luar Negeri?
Saya akan fokus pada tiga hal. Pertama, mengenai diaspora. Saya ingin terus aktif menggalang diaspora Indonesia di seluruh dunia agar menjadi kekuatan ekonomi dan sosial di seluruh dunia. Nanti Agustus akan ada kongres diaspora internasional.

Kedua, saya akan mensosialisasikan ASEAN Economic Community (AEC) ke seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Sebab, masih banyak warga Indonesia yang belum memahami apa itu AEC. Dari pengalaman 6 bulan terakhir saya keliling Indonesia di 40 kota, sering sekali mendapat pertanyaan AEC itu apa. Itu satu hal penting yang saya akan perhatikan.

Ketiga, saya akan membantu pemerintah daerah untuk mengembangkan daerahnya secara mandiri tanpa harus mengandalkan APBN. Jadi jauh lebih banyak membantu bupati atau walikota dan gubernur yang ingin memanfaatkan sumber-sumber dana internasional.

Bagaimana pembagian tugas dengan Menlu?
Saya harus duduk dengan beliau untuk menerima arahan dari beliau. Secepat mungkin akan duduk bersama untuk menentukan tugas-tugas apa saja yang akan saya jalankan. Beliau atasan saya. Apa pun yang diarahkan akan saya lakukan dengan baik. ***

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Pengamat Ingatkan AI hanya Alat Bantu, Bukan Pengganti Manusia

Sabtu, 07 Februari 2026 | 10:15

Menelusuri Asal Usul Ngabuburit

Sabtu, 07 Februari 2026 | 10:15

Din Syamsuddin: Board of Peace Trump Bentuk Nekolim Baru

Sabtu, 07 Februari 2026 | 10:01

Sambut Tahun Kuda Api, Ini Jadwal Libur Imlek 2026 untuk Rencanakan Kumpul Keluarga

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:52

Cadangan Devisa RI Menciut Jadi Rp2.605 Triliun di Awal 2026

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:47

Analisis Kebijakan MBG: Antara Tanggung Jawab Sosial dan Mitigasi Risiko Ekonomi

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:41

ISIS Mengaku Dalang Bom Masjid Islamabad

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:31

Dolar AS Melemah, Yen dan Pound Terdampak Ketidakpastian Global

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:16

Golkar: Indonesia Bergabung ke Dewan Perdamaian Gaza Wujud Politik Luar Negeri Bebas Aktif

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:01

Wall Street Perkasa di Akhir Pekan, Dow Jones Tembus 50.000

Sabtu, 07 Februari 2026 | 08:52

Selengkapnya