Berita

Salim Segaf Al Jufri/net

Kemensos Gandeng Ormas dan BEM Atasi Kemiskinan

RABU, 20 AGUSTUS 2014 | 06:40 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Kementerian Sosial (Kemensos) melibatkan organisasi massa (ormas) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) untuk penanganan masalah sosial, seperti kemiskinan.

"Peran serta masyarakat untuk penanganan masalah sosial di Indonesia masih harus ditingkatkan," kata Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri saat kunjungan kerja di Tegal, Jawa Tengah, Selasa (19/8).

Menurutnya, permasalahan sosial dalam hitungan statistik masih tinggi, ditambah tipologi masalahnya sangat berbeda satu dengan lainnya, sehingga membutuhkan strategi dan waktu untuk menyelesaikannya.


Ormas dan BEM dalam konteks kesejahteraan sosial, termasuk dalam Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS). Mereka adalah tunas-tunas muda dan memiliki keilmuan. Energi mereka perlu dimanfaatkan bagi membantu percepatan penanganan masalah sosial.

Selama ini, pendapat orang sering menganggap mahasiswa tukang demo atau tukang tawuran. Demikian juga ormas sering dicap sebagai pelaku kekerasan. Faktanya tidak semua demikian, masih banyak nilai-nilai kebangsaan dan kesetiakawanan sosial di tengah-tengah masyarakat.

"Pada diri mahasiswa mengemban satu dari Tri Darma Perguruan Tingginya, yaitu pengabdian masyarakat dan ormas mengemban fungsi pencapaian kesejahteraan. Ini satu benang merah dalam wadah pencapaian tujuan negara," ungkap Salim.

Telah lama Kemensos menggandeng ormas dan BEM dalam berbagai pelaksanaan di lapangan. Saat ini, giliran BEM UI dan UIN yang dilibatkan. Sementara itu, dari ormas yang diajak dari Urban Poor Consortium dan Front Pembela Islam (FPI). "Mereka akan bersama-sama melakukan kegiatan Bedah Kampung di Desa Guci, Kabupaten Tegal," kata Salim dalam keterangan tertulisnya.

Di desa tersebut, akan dibedah 241 rumah tidak layak huni yang ditinggali warga sangat miskin. Rumah-rumah ini akan dirubuhkan dan dibangun kembali dalam waktu 7 hari. Per rumah mendapatkan bantuan dari Kemensos sebesar 10 juta rupiah, bantuan pemda akan mengerahkan tenaga tukang dan tambahan fisik lainnya.

"Kini, Kemensos telah menyelesaikan 11 ribu rumah warga miskin di 46 kabupaten/kota. Setiap tahun Kemensos mempunyai kuota 15 ribu rumah, sementara jumlah rumah tidak layak huni di Indonesia ada 2,3 juta, " tandas politisi senior PKS ini. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

NATO Turun Gunung Usai Trump Mau Tarik 5 Ribu Pasukan dari Jerman

Minggu, 03 Mei 2026 | 00:03

Komdigi Dorong Sinergi Penegakan Hukum Ruang Digital

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:45

Wamenkeu soal Purbaya Masuk RS: Insya Allah Sehat, Doakan Saja!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:32

Negosiasi Berjalan Buntu, Trump Tuding Iran Tidak Punya Pemimpin Jelas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:19

Pernyataan Amien Rais di Luar Batas Kritik Objektif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:51

Sekolah Tinggi, Disiplin Rendah: Catatan Hardiknas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:38

Aktivis 98: Pernyataan Amien Rais Tidak Cerminkan Intelektual

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:18

Wakil Wali Kota Banjarmasin Dinobatkan Sebagai Perempuan Inspiratif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:48

KAI Pasang Pemasangan Palang Pintu Sementara di Perlintasan Jalan Ampera

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:34

Paguyuban Tak Pernah Ideal, Tapi Harus Berdampak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:52

Selengkapnya