Berita

jokowi-jk/net

Pahlawan Kesiangan Bisa Rusak Kemenangan Jokowi-JK

RABU, 20 AGUSTUS 2014 | 06:53 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Ketukan palu Mahkamah Konstitusi (MK) pada Kamis besok (21/8) akan menentukan presiden pilihan rakyat.

Namun, pandangan Presidium Nasional Ikatan Kelompok Alumni Cipayung, tanpa menafikan proses hukum yang sedang berlangsung di Mahkamah Konstitusi, realitas politik membuktikan pasangan Jokowi-JK adalah pemegang amanat rakyat lewat Pemilu yang jujur, adil, dan demokratis. Dan dengan menyaksikan fakta-fakta hukum dalam persidangan di MK, sulit bagi Prabowo-Hatta memenangkan gugatan atas keputusan KPU yang memenangkan Jokowi-JK.

Presidium Nasional Ikatan Kelompok Alumni Cipayung terdiri dari para ketua umum organisasi kelompok Cipayung. Mereka adalah Noer Fajrieansyah (Ketua Umum PB HMI), Addin Jauharuddin (Ketua Umum PB PMII), Stefanus Asat Gusma (Ketua Presidium PP PMKRI), Dedy Rachmadi (Ketua Presidium GMNI), Yozthin M E Thelik (Sekretaris Umum PP GMKI), dan Wayan Sudane (Presidium PP KMHDI).


Melihat realitas politik kemenangan Jokowi-JK, ungkap mereka dalam keterangan beberapa saat lalu (Rabu, 20/8), berbagai varian ekspresi dan ekspektasi publik mengemuka dalam ruang publik. Misalnya saja saling klaim paling berjasa, muncul pahlawan kesiangan, dan titip-titipan menteri dari partai pendukung. Parade kemenangan demikian menafikan kontribusi antara satu pendukung Jokowi-JK dengan pendukung lainnya.

"Jika demikian yang terjadi, yang kita takutkan bersama adalah hal-hal kontraproduktif bagi masa depan demokrasi kita," demikian pandangan meraka. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya