Berita

Boni Hargens/net

Politik

Menteri Jokowi Jangan yang Tersandung Korupsi Masa Lalu

SELASA, 19 AGUSTUS 2014 | 19:47 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Orang yang bermasalah di pemerintahan SBY-Boediono, terutama yang terindikasi korupsi, tidak pantas mengambil posisi menteri di kabinet Jokowi-JK.

"Ini dalam rangka menjaga cita-cita baik pemerintahan Jokowi-JK," kata pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI), Boni Hargens kepada redaksi, Selasa (19/8).

Jelas Boni, selain menteri tidak boleh merangkap jabatan struktural partai, menteri juga bukan elit partai yang tersandung korupsi di masa lalu. Perlu diakui memang, bahwa parpol koalisi turut berjasa memenangkan Jokowi-JK, tetapi itu tidak berarti elit partai yang bermasalah korupsi boleh menjadi menteri.


"Secara moral, mereka sudah gagal. Mereka miskin integritas," ungkap Boni, dengan tidak merinci siapa yang dia maksud.

Menurutnya, masih banyak kader bagus dalam partai koalisi yang layak menjadi menteri. Penjelasan ini, ungkap Boni, dibuat untuk menjernihkan wacana politik yang sudah dipelintir bahwa ada upaya memecah belah koalisi. Itu terang Boni adalah rekayasa opini yang dilakukan oleh koruptor yang masih selamat dari hukum tetapi sesungguhnya mereka sudah cacat moral.

Ia menambahkan, pimpinan partai yang menjabat dalam pemerintahan SBY-Boediono dan berharap masuk dalam pemerintahan Jokowi-JK harus dilihat rekam jejaknya.

"Mereka yang korup, meski masih bebas dari KPK, harus disingkirkan supaya tidak menodai kemuliaan cita-cita perubahan Jokowi-JK," demikian Boni Hargens. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

NATO Turun Gunung Usai Trump Mau Tarik 5 Ribu Pasukan dari Jerman

Minggu, 03 Mei 2026 | 00:03

Komdigi Dorong Sinergi Penegakan Hukum Ruang Digital

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:45

Wamenkeu soal Purbaya Masuk RS: Insya Allah Sehat, Doakan Saja!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:32

Negosiasi Berjalan Buntu, Trump Tuding Iran Tidak Punya Pemimpin Jelas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:19

Pernyataan Amien Rais di Luar Batas Kritik Objektif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:51

Sekolah Tinggi, Disiplin Rendah: Catatan Hardiknas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:38

Aktivis 98: Pernyataan Amien Rais Tidak Cerminkan Intelektual

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:18

Wakil Wali Kota Banjarmasin Dinobatkan Sebagai Perempuan Inspiratif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:48

KAI Pasang Pemasangan Palang Pintu Sementara di Perlintasan Jalan Ampera

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:34

Paguyuban Tak Pernah Ideal, Tapi Harus Berdampak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:52

Selengkapnya