Berita

Agung Laksono

Wawancara

WAWANCARA

Agung Laksono: Terserah DPP Golkar, Apakah Munas Digelar Oktober Atau Awal 2015   

SENIN, 18 AGUSTUS 2014 | 10:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Setelah bertemu Aburizal Bakrie, Sabtu (16/8) lalu, sikap Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono berubah soal waktu Musyawarah Nasional (Munas) partai berlambang pohon beringin tersebut.

Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat itu tidak lagi mendesak Munas Golkar dilaksanakan Oktober mendatang.

“Terserah DPP Partai Golkar, apa Munas dilaksanakan Oktober mendatang atau awal 2015,’’ kata Agung Laksono, usai menghadiri Upacara Hari Kemerdekaan RI Ke-69 di Istana Merdeka, Jakarta, kemarin.


Agung mengaku dalam pertemuan dengan Ketua Umum Partai Golkar Sabtu lalu itu sudah disampaikan agar Munas dilaksanakan Oktober mendatang, tapi akhirnya menyerahkan ke DPP Partai Golkar.

Pernyataan ini sangat berbeda dengan wawancara Rakyat Merdeka, Jumat (15/8) lalu, di Gedung DPR, yang dengan tegas Agung Laksono mengatakan, tetap mendesak Munas dilaksanakan Oktober mendatang meski terancam dipecat dari Wakil Ketua Umum Partai Golkar.

“Munas 2014 didasarkan pada anggaran dasar anggaran rumah tangga (AD/ART) partai, ini bukan kehendak kader atau perorangan,’’ papar Agung.

Berikut kutipan wawancara dengan Agung Laksono, Jumat (15/8) lalu itu;


Jika tetap mendesak Munas dilaksanakan Oktober, Anda terancam dicopot dari jabatan wakil ketua umum, ini bagaimana?
Ya, biasalah. Menuju gunung kan jalannya berliku. Tapi, saya pastikan, saya tetap maju sebagai calon ketua umum Partai Golkar.

Apakah Anda sudah melakukan konsolidasi penggalangan dukungan?

Ya. Saya konsentrasi di DPD II. Tidak mengerucut ke atas, tapi berakar ke bawah.

Siapa yang sudah pasti mendukung Anda?

Saya belum bisa mengatakan siapa, karena semua sedang dalam perjalanan.

Sebagian kalangan menilai, konsolidasi pelaksanaan Munas akan menguat setelah putusan Mahkamah Konstitusi soal sengketa pilpres, tanggapan Anda?
Menurut saya, itu (putusan MK soal pilpres, red) nggak ada hubungannya dengan pelaksanaan Munas IX Golkar.

Koalisi lima tahun ke depan, apa Golkar harus berada di dalam atau di luar pemerintahan?

Kalau saya jadi ketua umum, saya akan membawa Golkar sebagai partai pendukung pemerintah. Tapi dukungan tersebut tetap memiliki daya kritis dan demokratis. Artinya, kalau kebijakan pemerintah itu tidak pro rakyat, Partai Golkar akan mengkritisi.

Apa Jusuf Kalla sudah diajak bicara soal Munas Golkar?

Belum juga. Saya baru bertemu tadi (saat sidang di DPR, red).

Apa saja yang akan dibicarakan?

Belum dibicarakan. Saya temui dulu. ***

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya