Berita

Puji Adi Andaya/net

BAHASA INDONESIA

Puput: Kalangan Artis Gunakanlah Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar

SENIN, 18 AGUSTUS 2014 | 09:41 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kalangan artis penyanyi diimbau untuk menggunakan bahsa Indonesia yang baik dan benar dalam berkomunikasi di hadapan publik.

Artis penyanyi juga diminta untuk menjunjung tinggi prinsip dan praktik komunikasi yang beretika melalui bahasa Indonesia dan tidak melepas kesantunan dalam berbicara.

Kedua hal ini perlu disadari dan diterapkan sebagai sumbangan para penyanyi dalam menjaga budaya Indonesia.


Demikian disampaikan manajer dan produser musik papan atas, Puji Adi Andaya, dalam keterangan yang diterima redaksi. Puji sukses menangani sejumlah penyanyi dan kelompok penyanyi seperti Geisha, Dewa 19, Boomerang, dan Netral.

Pria Surabaya kelahiran Jakarta ini merasa prihatin karena sekalipun industri musik Indonesia dapat dikatakan sudah sangat maju namun kurang menjaga bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Para penyanyi bahkan lebih senang menggunakan bahasa Inggris campuran atau bahasa slank tanpa memiliki sensitivitas atas perusakan budaya secara tidak langsung.

“Saya merasakan ada hal yang kurang dalam berkomunikasi yang tidak disadari para artis di mana gaya komunikasi mereka ditiru oleh banyak penggemar. Penggunaan kata aku, gua, lu, elo meskipun akrab di telinga, tetapi tidak pas dalam bahasa kesantunan di hadapan publik. Bahasa pergaulan lebih baik digunakan saat tidak manggung,” ujar Puji Adi Andaya yang akrab disapa Puput.

Bahasa Indonesia mengajarkan bangsa ini, jelas mantan manajer Band Dewa19 tersebut, untuk selalu berkomunikasi secara santun yang mencirikan kerendahan hati orang Timur.

Kata saya, mas, mbak, abang lebih tepat digunakan dalam berkomunikasi di hadapan publik secara langsung  termasuk di layar televisi. Bahasa yang santun juga menghargai perbedaan komunikasi yang tua dan yang muda saat berkomunikasi meskipun tidak kehilangan kehangatan dalam bercanda atau bergurau.

“Banyak artis yang sering menggunakan kata asing terutama Inggris untuk menunjukkan kemoderennya,  padahal bahasa Inggrisnya ya belum tentu bagus juga. Kalau pun menggunakan bahasa Indonesia, sering tidak pas secara tata bahasa, seperti mobil aku, pacar aku yang seharusnya mobilku, pacarku, dan sebagainya,” jelas dia.

“Sepertinya bahasa Indonesia hanya dipandang sebagai bahasa pergaulan sepertinya bahasa Betawi atau Inggris. Padahal bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan yang harus dijaga serta digunakan secara benar. Para artis harus ikut menjaga Indonesia satu dan tak terbagi,” tegas Puput yang juga pernah menjadi manajer dan sekaligus music produser untuk Bebi & Romeo.

Ia menekankan juga, banyak hal yang bisa dilakukan oleh para artis penyanyi minimal terhadap para fansnya terkait dengan kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. Ia dapat memaklumi jika penyanyi itu benar-benar go internationalseperti yang banyak dilakukan oleh para penyanyi asing, kemudian berbahasa Inggris. Tetapi kondisi itu dapat terjadi, jika para penyanyi Indonesia berada di luar negeri dan bukan di negaranya sendiri.

“Saya kira, kemerdekaan RI ke-69 merupakan momentum baik bila para musisi termasuk penyanyi lebih banyak lagi menggunakan bahasa Indonesia yang baik di dalam setiap penampilannya. Karena tanggung jawab terhadap kelangsungan budaya, dan bahasa Indonesia adalah tanggung jawab kita bersama tak terkecuali para musisi sebagai pekerja seni,” jelasnya.

Karier Puji Adi Andaya berawal menjadi manager untuk beberapa artis seperti Dewa 19, Netral, Romeo, TBK, Juliette, dan Boomerang. Saat ini walaupun masih aktif menangani manajemen Boomerang, Puput juga membuka perusahaan rekaman sendiri RMV Records, dan juga aktif di Perusahaan distribusi Musik "Bermuda Musik"  yang bekerja sama dengan resto cepat saji Texas Chicken Indonesia  untuk melakukan pemasaran dan penjualan CD dari beberapa artis ternama di Indonesia seperti Ada Band, Andra and The Backbone, DBagindas, Geisha dan d'masiv. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Forum Lintas-Generasi Ketuk Pintu KWI Serukan Kebangkitan Moral Bangsa

Rabu, 15 April 2026 | 22:14

Gaduh Motor Listrik, Muncul Desakan Copot Kepala BGN

Rabu, 15 April 2026 | 21:53

BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah dalam 5 Dekade

Rabu, 15 April 2026 | 21:34

Dipimpin Ketum Peradi Profesional, Yuhelson Dikukuhkan Sebagai Guru Besar

Rabu, 15 April 2026 | 21:03

Terbongkar, Bisnis Whip Pink Ilegal Raup Omzet hingga Rp7,1 Miliar

Rabu, 15 April 2026 | 20:51

Pakar dan Praktisi Kupas Tata Kelola Intelijen di Tengah Geopolitik Global

Rabu, 15 April 2026 | 20:42

2,1 Juta Peserta BPJS PBI Kembali Aktif

Rabu, 15 April 2026 | 20:30

Revisi UU Pemilu Bukan Cuma Ambang Batas

Rabu, 15 April 2026 | 20:10

Sejarah Panjang Trem Jakarta dari Masa ke Masa

Rabu, 15 April 2026 | 20:05

Film The Legend of Aang: The Last Airbender Diduga Bocor di X Jelang Tayang Oktober 2026

Rabu, 15 April 2026 | 19:45

Selengkapnya