Berita

Politik

Hari Ini, 9 Tuntutan Dilantangkan di Depan Gedung MK

SENIN, 18 AGUSTUS 2014 | 03:25 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Mahkamah Konstitusi (MK) diminta melihat semua fakta persidangan terkait sidang kecurangan Pilpres 2014.

Demikian disampaikan Ketua Gerakan Masyarakat Penyelamat Republik Indonesia (Gamparin) Rando kepada redaksi, Senin (18/8).

Besok ribuan massa dari Gamparin kembali melakukan aksi terkait sidang kecurangan pilpres di depan MK.


Aksi ini merupakan aksi ketiga yang dilakukan Gamparin sebagai bentuk dukungan kepada MK untuk membongkar kecurangan Pilpres 2014. Gamparin menganggap, Pilpres 2014 dijalankan melalui proses yang cacat, kotor dan manipulatif oleh KPU. Sehingga MK harus memutus sengketa hasil pilpres secara adil dan bijaksana berdasarkan fakta persidangan yang terungkap.

Dalam aksinya besok, Gamparin akan menyampaikan sembilan tuntutan kepada hakim konstitusi, yaitu:

Pertama, menuntut MK untuk melihat fakta adanya penggelembungan suara JW-JK sebanyak 1,5 juta suara dan pengurangan suara PS-HR sebanyak 1,2 juta di 155.000 TPS berdasarkan 6.000 form DA.1 ke 497 form DB.1. Kedua, menuntut MK untuk melihat fakta persidangan adanya pelanggaran di 41.343 TPS se Indonesia dengan potensi pemilih 17.002.739 suara.

Ketiga, menuntut MK untuk melihat fakta persidangan adanya kejanggalan di 968 TPS. Keempat, menuntut MK untuk melihat fakta persidangan adanya pelanggaran akibat adanya rekomendasi Bawaslu yang belum dilaksanakan KPU di Prov DKI, 6 Kabupaten di Jatim, Surabaya, Nias selatan.

Kelima, menuntut MK untuk melihat fakta persidangan adanya pelanggaran proses pilpres di 14 Kab : Kabupaten Nduga, Kabupaten Yakuhimo, Kabupaten Puncak, Kabupaten Puncak Jaya, Kabupaten Tolikara, Kabupaten Yalimo, Kabupaten Pegunungan Bintang, Kabupaten Paniai, Kabupaten Intan Jaya, Kabupaten Dogiyai, Kabupaten Deyai , Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Lani Jaya, Kabupaten Membramo Tengah dengan potensi pemilih 1.596.277 suara lebih.

Keenam, menuntut MK untuk melihat fakta persidangan adanya money politik dan keterlibatan beberapa kepala daerah di Jawa Tengah. Ketujuh, menuntut MK untuk melihat fakta persidangan adanya Surat Suara Cadangan yang melebihi 2% dari DPT dan adanya kesalahan dalam rekapitulasi yang merupakan lampiran dari SK KPU No 535/KPTS/KPU/Tahun 2014.

Kedelapan, menuntut MK untuk melihat fakta persidangan adanya Penambahan DPT Pilpres yang tidak wajar, dan. Kesembilan, menuntut MK untuk melihat fakta persidangan adanya Pembongkaran kotak suara secara masive diseluruh Indonesia oleh KPU pasca ditetapkannya hasil pilpres 2014. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

NATO Turun Gunung Usai Trump Mau Tarik 5 Ribu Pasukan dari Jerman

Minggu, 03 Mei 2026 | 00:03

Komdigi Dorong Sinergi Penegakan Hukum Ruang Digital

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:45

Wamenkeu soal Purbaya Masuk RS: Insya Allah Sehat, Doakan Saja!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:32

Negosiasi Berjalan Buntu, Trump Tuding Iran Tidak Punya Pemimpin Jelas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:19

Pernyataan Amien Rais di Luar Batas Kritik Objektif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:51

Sekolah Tinggi, Disiplin Rendah: Catatan Hardiknas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:38

Aktivis 98: Pernyataan Amien Rais Tidak Cerminkan Intelektual

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:18

Wakil Wali Kota Banjarmasin Dinobatkan Sebagai Perempuan Inspiratif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:48

KAI Pasang Pemasangan Palang Pintu Sementara di Perlintasan Jalan Ampera

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:34

Paguyuban Tak Pernah Ideal, Tapi Harus Berdampak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:52

Selengkapnya