Berita

gedung mk/net

Politik

SIDANG SENGKETA PILPRES

Pemerintahan Mendatang Terganggu Jika MK Tidak Adil

SENIN, 18 AGUSTUS 2014 | 01:14 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Ribuan massa dari Gerakan Masyarakat Penyelamat Republik Indonesia (Gamparin) kembali melakukan aksi terkait sidang kecurangan Pilpres 2014 di depan gedung Mahkamah Konstitusi (MK) Jakarta, Senin (18/8).

Aksi ini merupakan aksi ketiga yang dilakukan Gamparin sebagai bentuk dukungan kepada MK untuk membongkar kecurangan Pilpres 2014. Gamparin menganggap, Pilpres 2014 dijalankan melalui proses yang cacat, kotor dan manipulatif oleh KPU. Sehingga, Gamparin meminta MK harus memutus sengketa hasil pilpres secara adil dan bijaksana berdasarkan fakta persidangan yang terungkap.

"Karena ancaman krisis legitimasi yang akan memicu instabilitas politik nasional bila MK tidak memutuskan sengketa dengan seadil-adilnya dan membongkar kecurangan Pilpres 2014. Kondisi instabilitas itu akan mengganggu pemerintahan selanjutnya," kata Ketua Gamparin Rando seperti dalam keterangan kepada redaksi, Senin (18/8).


Korlap Aksi Gamparin, Wadegul menerangkan aksi jelang pembacaan putusan sidang kecurangan Pilpres 2014 oleh MK 21 Agustus ini digelar jam 10.00 WIB, dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang diikuti para peserta aksi kemudian dilanjutkan dengan aksi theatrical yang menggambarkan kebobrokan proses Pilpres 2014 oleh KPU. Kemudian aksi ditutup dengan penyampaian beberapa tuntutan. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

NATO Turun Gunung Usai Trump Mau Tarik 5 Ribu Pasukan dari Jerman

Minggu, 03 Mei 2026 | 00:03

Komdigi Dorong Sinergi Penegakan Hukum Ruang Digital

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:45

Wamenkeu soal Purbaya Masuk RS: Insya Allah Sehat, Doakan Saja!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:32

Negosiasi Berjalan Buntu, Trump Tuding Iran Tidak Punya Pemimpin Jelas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:19

Pernyataan Amien Rais di Luar Batas Kritik Objektif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:51

Sekolah Tinggi, Disiplin Rendah: Catatan Hardiknas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:38

Aktivis 98: Pernyataan Amien Rais Tidak Cerminkan Intelektual

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:18

Wakil Wali Kota Banjarmasin Dinobatkan Sebagai Perempuan Inspiratif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:48

KAI Pasang Pemasangan Palang Pintu Sementara di Perlintasan Jalan Ampera

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:34

Paguyuban Tak Pernah Ideal, Tapi Harus Berdampak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:52

Selengkapnya