Berita

foto:net

Politik

SENGKETA PILPRES 2014

DPKTb Buka Celah Kecurangan Pilpres

SELASA, 12 AGUSTUS 2014 | 15:03 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Permasalahan Daftar Pemilih Khusus Tambahan (DPKTb) Pilpres 2014 di beberapa daerah di Timur yang diakui oleh pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) sendiri semakin menguatkan adanya dugaan kecurangan yang terstruktur, masif dan sistematis yang selama ini menjadi bahan gugatan tim kuasa hukum Prabowo-Hatta.

Demikian disampaikan pengamat politik Jajat Nurjaman dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi sesaat lalu, Selasa (12/8).

Menurut dia, pengguna DPKTb dalam Pilpres 2014 yang jumlahnya cukup mencolok jika tidak dapat diberikan alasan yang kuat, akan menjadi langkah awal dugaan kecurangan pilpres. Pasalnya, pengunaan pemilih DPKTb tentu harus melalui prosedur-prosedur yang sudah ditentukan sebelumnya.


"Kualitas demokrasi dapat diukur dari penyelenggaraan pemilu, bagaimana demokrasi akan lebih dewasa, apabila persoalan DPKTb saja bisa dijadikan salah satu modus untuk dilakukannya kecurangan," ungkap Jajat.

Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID) ini menerangkan, pelaksanaan demokrasi yang terbilang baik karena terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan dapat tercoreng jika ternyata dalam persidangan di MK terbukti ada berbagai dugaan kecurangan yang tidak hanya merugikan salah satu calon, tetapi sudah mencederai proses Demokrasi di Indonesia.

"Rakyat masih menunggu keputusan besar apa yang akan dikeluarkan para hakim agung di Mahkamah Konstitusi nantinya. Nasib Demokrasi bukan hanya dilihat dari prosesnya yang berjalan lancar. Namun, celah kecurangan yang terjadi dalam proses pelaksaan pun jangan dibiarkan berjalan lancar pula," demikian Jajat Nurjaman. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

NATO Turun Gunung Usai Trump Mau Tarik 5 Ribu Pasukan dari Jerman

Minggu, 03 Mei 2026 | 00:03

Komdigi Dorong Sinergi Penegakan Hukum Ruang Digital

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:45

Wamenkeu soal Purbaya Masuk RS: Insya Allah Sehat, Doakan Saja!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:32

Negosiasi Berjalan Buntu, Trump Tuding Iran Tidak Punya Pemimpin Jelas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:19

Pernyataan Amien Rais di Luar Batas Kritik Objektif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:51

Sekolah Tinggi, Disiplin Rendah: Catatan Hardiknas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:38

Aktivis 98: Pernyataan Amien Rais Tidak Cerminkan Intelektual

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:18

Wakil Wali Kota Banjarmasin Dinobatkan Sebagai Perempuan Inspiratif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:48

KAI Pasang Pemasangan Palang Pintu Sementara di Perlintasan Jalan Ampera

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:34

Paguyuban Tak Pernah Ideal, Tapi Harus Berdampak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:52

Selengkapnya