Berita

Syafi’i Maarif

Wawancara

WAWANCARA

Syafi’i Maarif: Pemerintah Perlu Usut Pembawa Paham ISIS Termasuk Penyandang Dananya...

SELASA, 12 AGUSTUS 2014 | 09:27 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pemerintah didesak mengusut siapa ’dalang’ yang membawa paham The Islamic State in Iraq dan Syria (ISIS) ke Indonesia.

”Jika ketemu siapa orangnya, maka harus segera diambil tindakan tegas. Dengan begitu menjadi shock therapy bagi kelompok yang serupa dengan ISIS,’’ tegas bekas Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, Syafi’i Maarif kepada Rakyat Merdeka yang dihubungi via telepon, Minggu (10/8). 

Menurutnya, meski pemerintah sudah menyatakan ISIS adalah ajaran sesat, aparat keamanan tetap tidak boleh lengah. Harus terus waspada agar paham kelompok Negara Islam Irak dan Suriah itu tidak berkembang di Indonesia.


”Pemerintah dan ulama sudah kompak menyatakan ajaran yang mereka lakukan tidak benar dan sesat. Namun kita tetap perlu waspada,” ujarnya.

Berikut kutipan selengkapnya;

Apa ISIS sengaja diciptakan di Indonesia?
Memang potensi pergerakan atau kelompok radikal di Indonesia sudah ada. Mereka merasa tidak puas atas radikalisme yang ada di Indonesia. Lalu mereka  membentuk yang lebih radikal dari sebelumnya. Keadaan sosial ekonomi juga bisa menjadi faktor penyebab munculnya ISIS.

Kenapa ISIS gampang masuk ke Indonesia?

ISIS kan berbasis pada kekerasan. Di Indonesia benih kekerasan sudah ada sejak lama. Ditandai dengan munculnya kelompok-kelompok yang mengedepankan kekerasan dalam mencapai tujuan yang diinginkannya. Mereka menebar janji-janji yang tidak masuk akal. Tujuannya untuk melakukan rekrutmen dan mempengaruhi masyarakat agar mengikuti ajaran mereka.

Seberapa bahaya ISIS bagi Indonesia?

Pemerintah dan ulama sudah kompak menyatakan ajaran yang mereka lakukan tidak benar. Maka tidak terlalu mengancam asalkan aparat keamanan siaga.
Jangan lelah memperhatikan perkembangannya.

Kenapa nggak dibubarkan?
Sangat sulit untuk dibubarkan. Sebab, orang-orangnya juga belum jelas. Jejaknya belum terlihat. Aparat keamanan jangan sampai salah tangkap terhadap orang-orang yang di balik ISIS. Harus ekstra hari-hati dalam mengambil tindakan. Karena jika salah tangkap akan berimbas pada citra dari aparat keamanan.

Bagaimana cara yang perlu dilakukan masyarakat agar tidak masuk ISIS?

Saya kira dengan sudah ditetapkannya ISIS sebagai ajaran yang sesat. Maka masyarakat tidak akan mudah untuk terpengaruh rayuan mereka. Namun tetap perlu waspada agar tidak tergoda. Dengan terus memantau informasi yang terus berkembang setiap harinya. Pakailah akal sehat dan cara berfikir yang jernih.

Apa yang harus dilakukan Indonesia?
Pemerintah harus mampu mengusut asal muasal ISIS di Indonesia. Jika ketemu siapa orangnya, maka harus segera diambil tindakan tegas. Dengan begitu menjadi shock therapy bagi orang-orang atau kelompok yang serupa dengan ISIS.

Sejauh ini pemerintah sudah melakukan berbagai upaya untuk mencegah penyebaran ISIS. Tapi tetap perlu diwaspadai. Aparat keamanan harus siaga agar perkembangannya bisa dicegah. ***

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

Mengenal Bupati Rejang Lebong M Fikri yang Baru Terjaring OTT

Selasa, 10 Maret 2026 | 06:15

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

UPDATE

Prabowo Cap Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis Sebagai Aksi Terorisme

Kamis, 19 Maret 2026 | 20:16

Motif Penyerang Aktivis KontraS Inisiatif atau Perintah Atasan?

Kamis, 19 Maret 2026 | 20:15

Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 Hijriah Jatuh pada 21 Maret 2026

Kamis, 19 Maret 2026 | 19:51

Pemerintah Siapkan Skema WFH PNS hingga Swasta, Berlaku Usai Idulfitri

Kamis, 19 Maret 2026 | 19:24

Waspada, Ratusan Suspek Virus Campak Ditemukan di Sumut

Kamis, 19 Maret 2026 | 19:20

Hilal 1 Syawal Belum Terlihat di Jawa Barat

Kamis, 19 Maret 2026 | 19:07

Bank Mandiri Berangkatkan Lebih dari 10.000 Pemudik Lebaran 2026

Kamis, 19 Maret 2026 | 19:05

Megawati Curhat ke Prabowo Lawatan di Arab Saudi dan UEA

Kamis, 19 Maret 2026 | 18:42

MUI: Jangan Paksakan Idulfitri Berbarengan

Kamis, 19 Maret 2026 | 18:29

MUI Imbau Umat Tunggu Hasil Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H

Kamis, 19 Maret 2026 | 17:41

Selengkapnya