Berita

jusuf kalla/net

Politik

JK Tidak Bakalan Mau Biayai Munas Golkar

SELASA, 12 AGUSTUS 2014 | 09:56 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Kapan Musyawarah Nasional (Munas) IX Partai Golkar digelar belum terjawab, apakah Oktober 2014 atau tahun 2015. Namun soal waktu tersebut, bisa saja didiskusikan antara elit Golkar.

Di luar dinamika yang dilemparkan ke publik itu, diyakini sejumlah elit Golkar dari masing-masing kubu terus menjalankan strategi; dari mulai komunikasi dengan daerah, konsolidasi dengan menggunakan latarbelakang dan peta demografis yang serupa, hingga menjaring dana yang sebesar-besarnya.

Dana ini dinilai penting di Partai Golkar. Komunikasi dengan daerah maupun mencari kedekatan emosional dan latarbelakang tak berarti apa-apa bila logistik tak memadai. Munas bisa terjadi 2014 atau 2015, tergantung siapa pemodal terbanyak.


Pakar komunikasi dari Universitas Andalas Padang Yuliandre Darwis mengatakan, saat ini siapa yang bersedia 'membiayai' Munas Golkar belum terlihat. Selain biayanya amat besar, pengkondisian massa daerah juga hal penting.

Menurut Yuliandre, Jusuf Kalla (JK) memang memiliki kepentingan pada Golkar dalam 'mengamankan' pemerintahannya bersama Jokowi pada 2014-2019. Namun diyakini JK tidak akan berminat lagi jadi ketum Golkar, selain keungan JK juga sudah tidak mendukung untuk 'penkondisian' munas pasca habis-habisan di Pilpres 2014.

"JK bisa saja bantu siapa yang akan maju di munas. Tapi kalau JK, kemungkinin tidak akan maju lagi," ujar Yuliandre kepada redaksi, Selasa (12/8).

Yuliandre mengkalkulasikan, biaya Munas Golkar sangat besar, untuk per DPD I saja itu minimalnya Rp. 500 juta. "Munas itu sangat besar, satu daerah saja bia setengah miliar. Saat ini belum ada saya lihat yang mau membiayai munas atau munaslub," tandasnya.

Saat ini sudah mengerucut beberapa nama yang digadang-gadang sebagai kandidat calon ketua umum. Mereka adalah; HR Agung Laksono, MS Hidayat, Prio Budi Santoso dan Agus Gumiwang. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

NATO Turun Gunung Usai Trump Mau Tarik 5 Ribu Pasukan dari Jerman

Minggu, 03 Mei 2026 | 00:03

Komdigi Dorong Sinergi Penegakan Hukum Ruang Digital

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:45

Wamenkeu soal Purbaya Masuk RS: Insya Allah Sehat, Doakan Saja!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:32

Negosiasi Berjalan Buntu, Trump Tuding Iran Tidak Punya Pemimpin Jelas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:19

Pernyataan Amien Rais di Luar Batas Kritik Objektif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:51

Sekolah Tinggi, Disiplin Rendah: Catatan Hardiknas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:38

Aktivis 98: Pernyataan Amien Rais Tidak Cerminkan Intelektual

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:18

Wakil Wali Kota Banjarmasin Dinobatkan Sebagai Perempuan Inspiratif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:48

KAI Pasang Pemasangan Palang Pintu Sementara di Perlintasan Jalan Ampera

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:34

Paguyuban Tak Pernah Ideal, Tapi Harus Berdampak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:52

Selengkapnya