Berita

foto:net

Politik

Munas Golkar Tergantung Pemilik Modal Terbesar

SELASA, 12 AGUSTUS 2014 | 07:15 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Dinamika di tubuh Partai Golkar terus naik turun. Situasi di politik di partai berlambang pohon beringin ini juga bisa dikatakan panas dingin.

Wacana yang bertebaran terkait dengan Musyawarah Nasional (Munas) belum mencapai titik klimak. Masih banyak hal-hal yang mungkin terjadi, dan hampir bisa dipastikan, sulit diprediksi. Dinamika yang tak bisa diperkirakan adalah gaya permainan Golkar yang bahkan sulit sitemui di partai lain.

Dinamika ini misalnya terkait dengan Munas itu. Dipastikan, Munas yang mau dipercepat sebagaimana usulan sebagian kader Golkar, hanyalah pintu masuk untuk menggusur Aburizal Bakrie dari kursi Ketua Umum Golkar. Maka tak heran, kubu Aburizal Bakrie mati-matian agar Munas tetap beralngsung pada 2015 sebagaimana amanat Munas Pekanbaru.


Terkait wacana ini, situasi di internal Golkar jauh lebih panas dibandingkan dengan wacana-wacana yang muncul ke permukaan. Wacana yang timbul dalam lalu lintas komunkasi terbuka itu, hanyalah sinyal-sinyal kecil untuk menguji kekuatan lawan, sekaligus untuk perang psikologis.

Di luar wacana yang dilemparkan ke publik, sejumlah elit Golkar dari masing-masing kubu terus menjalankan strategi; dari mulai komunikasi dengan daerah, konsolidasi dengan menggunakan latarbelakang dan peta demografis yang serupa, hingga menjaring dana yang sebesar-besarnya.

Dana ini dinilai penting di Partai Golkar. Komunikasi dengan daerah maupun mencari kedekatan emosional dan latarbelakang tak berarti apa-apa bila logistik tak memadai. Dana atau uang, dinilai menjadi ruh utama penggerak Partai Golkar yang dinilai sangat pragmatis itu.

Maka, jawaban sementara publik, bagaimana ujung dinamikan Golkar itu, adalah terletak pada siapa yang memegang dana atau logistik lebih besar. Munas bisa terjadi 2014 atau 2015, tergantung siapa pemodal terbanyak. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

NATO Turun Gunung Usai Trump Mau Tarik 5 Ribu Pasukan dari Jerman

Minggu, 03 Mei 2026 | 00:03

Komdigi Dorong Sinergi Penegakan Hukum Ruang Digital

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:45

Wamenkeu soal Purbaya Masuk RS: Insya Allah Sehat, Doakan Saja!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:32

Negosiasi Berjalan Buntu, Trump Tuding Iran Tidak Punya Pemimpin Jelas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:19

Pernyataan Amien Rais di Luar Batas Kritik Objektif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:51

Sekolah Tinggi, Disiplin Rendah: Catatan Hardiknas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:38

Aktivis 98: Pernyataan Amien Rais Tidak Cerminkan Intelektual

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:18

Wakil Wali Kota Banjarmasin Dinobatkan Sebagai Perempuan Inspiratif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:48

KAI Pasang Pemasangan Palang Pintu Sementara di Perlintasan Jalan Ampera

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:34

Paguyuban Tak Pernah Ideal, Tapi Harus Berdampak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:52

Selengkapnya