Berita

Aburizal Bakrie/net

Politik

Aburizal Jalankan Roda Partai dengan Manajemen Usang

SENIN, 11 AGUSTUS 2014 | 06:30 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) menjalankan roda organisasi partai dengan menggunakan manajemen usang.

"Manajemen partai sekarang memakai sistem pecat-memecat, itu adalah sistem yang usang," kata Poempida Hidayatulloh kepada redaksi, Senin (10/8).

Poempida adalah politisi muda yang diberhentikan DPP Partai Golkar karena mendukung Jokowi-JK pada Pilpres 2014. Poempida juga sempat dipercaya menjadi Jurubicara JK sepanjang proses pilpres.


Rapat terbatas DPP Golkar Jumat lalu, Ical memecat beberapa pengurus inti dari DPP. Antara lain; Wakil Ketua Umum DPP Golkar Agung Laksono, Ketua DPP Golkar Yoris Raweyai, Wakil Sekretaris Jenderal Leo Nababan Waketum Bidang Hubungan Antarlembaga Djasri Marin, Andi Sinulingga dan Sabil Rahman. Mereka dicopot lantaran berbeda arah dengan jalan yang diputuskan Golkar dalam Pilpres 2014 bulat mendukung Prabowo-Hatta. Mereka juga dinilai mendorong pencopotan Ical dari ketua umum lewat percepatan Munas atau Munaslub tahun 2014 ini.

Sebelumnya, Ical juga terlebih dahulu telah memecat tiga kader beringin dari keanggotaan partai. Mereka adalah Poempida Hidayatullah, Nusron Wahid dan Agus Gumiwang.

Jelas Poempida, sebuah partai politik yang didirikan (diciptakan) bertujuan untuk mendapat dukungan yang banyak dari publik. Semakin banyak pendukung maka semakin banyak peluang untuk menang dalam berpolitik di konteks apa pun.

"Masing-masing kader juga punya pendukung yang berkontribusi pada dukungan ke Golkar," ujar Anggota DPR ini.

"Sistem pecat-memecat akan menimbulkan pecahnya kantong-kantong dukungan yang ada. Dalam kasus Agung dan Yorrys pun sama. Walaupun hanya dinonaktifkan dalam kepengurusan. Namun intinya ini adalah mekanisme ancam-memgancam," sambung Poempida.

Ia menambahkan, cara ancam-mengancam yang dilakukan DPP dan Ical tidak pernah terjadi, dan sudah jelas bukan karakter Golkar di dalam sejarah perpolitik Indonesia. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

NATO Turun Gunung Usai Trump Mau Tarik 5 Ribu Pasukan dari Jerman

Minggu, 03 Mei 2026 | 00:03

Komdigi Dorong Sinergi Penegakan Hukum Ruang Digital

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:45

Wamenkeu soal Purbaya Masuk RS: Insya Allah Sehat, Doakan Saja!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:32

Negosiasi Berjalan Buntu, Trump Tuding Iran Tidak Punya Pemimpin Jelas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:19

Pernyataan Amien Rais di Luar Batas Kritik Objektif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:51

Sekolah Tinggi, Disiplin Rendah: Catatan Hardiknas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:38

Aktivis 98: Pernyataan Amien Rais Tidak Cerminkan Intelektual

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:18

Wakil Wali Kota Banjarmasin Dinobatkan Sebagai Perempuan Inspiratif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:48

KAI Pasang Pemasangan Palang Pintu Sementara di Perlintasan Jalan Ampera

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:34

Paguyuban Tak Pernah Ideal, Tapi Harus Berdampak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:52

Selengkapnya