Berita

pemilu 2014

Politik

SENGKETA PILPRES 2014

Hari Ini, Kubu Prabowo dan KPU Kembali Bersidang di MK dan DKPP

SENIN, 11 AGUSTUS 2014 | 03:39 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Selain di Mahkamah Konstitusi (MK), besok (Senin, 11/8) Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menjalani sidang sengketa Pilpres 2014 sebagai pihak termohon di Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Sidang ketiga gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di MK diagendakan dengan pemeriksaan para saksi dari pihak pemohon (Prabowo-Hatta), termohon (KPU) dan terkait (Bawaslu dan Jokowi-JK) sebanyak 75 saksi.

Sementara sidang kode etik kedua di DKPP beragendakan, pembacaan pokok perkara pengaduan oleh kubu Prabowo-Hatta, dimana sebelumnya (Jumat, 8/8) lalu, agendanya baru perbaikan pengaduan.


Pasangan Prabowo-Hatta dalam permohonannya ke MK berpendapat penetapan rekapitulasi hasil penghitungan suara Pilpres 2014 oleh KPU tidak sah menurut hukum. Perolehan suara Jokowi-JK dinilai diperoleh melalui cara-cara yang melawan hukum, atau setidak-tidaknya disertai dengan tindakan penyalahgunaan kewenangan oleh KPU.

Tim Advokasi Prabowo-Hatta meminta majelis hakim membatalkan keputusan KPU yang memenangkan Jokowi-JK. Mereka juga memerintahkan untuk KPU untuk mendiskualifikasi pasangan Jokowi-JK, serta, mereka memerintahkan KPU untuk melakukan pemungutan suara ulang di seluruh Indonesia.

Di sisi lain, DKPP menangani 8 perkara terkait Pilpres 2014. Sesuai kebijakan DKPP, jika ada beberapa perkara yang sama maka persidangannya akan digabung menjadi satu. Untuk delapan perkara ini, semuanya telah mulai disidangkan pada Jumat (8/8) lalu.

Dari 8 perkara tersebut, sebanyak 7 perkara diadukan oleh tim pasangan calon (paslon) nomor urut 1 Prabowo-Hatta. Satu perkara lagi diadukan oleh tim paslon nomor urut 2 Jokowi-JK. Anggota DKPP Saut Hamonangan Sirait mengatakan, semua tim paslon akan dipanggil dalam sidang DKPP. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

NATO Turun Gunung Usai Trump Mau Tarik 5 Ribu Pasukan dari Jerman

Minggu, 03 Mei 2026 | 00:03

Komdigi Dorong Sinergi Penegakan Hukum Ruang Digital

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:45

Wamenkeu soal Purbaya Masuk RS: Insya Allah Sehat, Doakan Saja!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:32

Negosiasi Berjalan Buntu, Trump Tuding Iran Tidak Punya Pemimpin Jelas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:19

Pernyataan Amien Rais di Luar Batas Kritik Objektif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:51

Sekolah Tinggi, Disiplin Rendah: Catatan Hardiknas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:38

Aktivis 98: Pernyataan Amien Rais Tidak Cerminkan Intelektual

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:18

Wakil Wali Kota Banjarmasin Dinobatkan Sebagai Perempuan Inspiratif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:48

KAI Pasang Pemasangan Palang Pintu Sementara di Perlintasan Jalan Ampera

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:34

Paguyuban Tak Pernah Ideal, Tapi Harus Berdampak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:52

Selengkapnya