Berita

Y. Didik heru Purnomo

Politik

YDHP: Tradisi Laut Harus Dihidupkan di Kota-kota Pelabuhan

SENIN, 11 AGUSTUS 2014 | 00:26 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Di abad ke-2, pelaut-pelaut nusantara sudah berlayar hingga ke Madagaskar. Di masa itu pelaut-pelaut Eropa masih belum terdengar ceritanya.

Hal ini memperlihatkan bahwa Indonesia adalah negeri pelaut. Dan mengembalikan spirit bahari harus diawali dengan upaya menumbuhkan rasa cinta laut dengan pendekatan budaya seperti Bugis, Sumatera Selatan, Ternate, Banten, Aceh, dan sebagainya.

Demikian disampaikan mantan Kalakhar Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla RI), Laksdya TNI (Purn) Yosaphat Didik Heru Purnomo dalam keterangan yang diterima redaksi Minggu malam (10/8).


“Ini bukan soal apakah Indonesia akan meninggalkan budaya agraris dengan menuju negara Maritim. Bukan itu. Ini soal budaya karena kita terdiri dari tanah dan air.  Kita adalah negara maritim yang sekaligus adalah negara agraris,” ujar Didik Heru Purnomo yang juga pernah menjadi Wakasal.

Menurut Didik, Indonesia juga harus memulai memperkenalkan pramuka (pandu) laut dengan kembali pada tradisi bahari non teknologi seperti bahasa semapor, morse atau juga panduan bintang dan lain-lain. Selain itu memancing juga harus digalakkan, begitu juga dengan perbaikan lingkungan laut.

Mantan Pangarmabar ini juga melihat, masa depan Indonesia memang berada di laut dan semua orang Indonesia harus mencintai lautnya. Ketidakpedulian atas lautnya merupakan awal dari kehancuran sebuah negara kepulauan seperti Indonesia.

Menurut Didik, yang di tahn 2011 lalu bersama wartawan seluruh Indonesia menyusun buku “Tahun 1511-Lima Ratus Tahun Kemudian” yang diterbitkan Gramedia, semua tradisi laut yang pernah ada harus dihidupkan kembali di kota-kota  pelabuhan yang pernah ada.

Kota-kota itu, akan menjadi garis imajiner yang akan menghubungkan Indonesia menjadi negara satu tak terbagi sehingga laut itu adalah menyatukan dan bukan memisahkan. [dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Lazismu Kupas Fikih Dam Haji: Daging Jangan Menumpuk di Satu Titik

Jumat, 15 Mei 2026 | 02:12

Telkom Gandeng ZTE Perkuat Pengembangan Infrastruktur Digital

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:51

Menerima Dubes Swedia

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:34

DPD Minta Pergub JKA Dikaji Ulang dan Kedepankan Musyawarah di Aceh

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:17

Benarkah Negeri ini Dirusak Pak Amien?

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:42

Pendidikan Tinggi sebagai Arena Mobilitas Vertikal Simbolik

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:37

KNMP Diharapkan Mampu Wujudkan Hilirisasi Perikanan

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:22

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Pembangunan SR Masuk Fase Darurat, Ditarget Rampung Juni 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:33

Harga Minyakita Masih Tinggi, Pengangkatan Wamenko Pangan Dinilai Percuma

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:18

Selengkapnya