Berita

ilustrasi/net

Dunia

KBRI Tokyo Cermati Kasus Corat-coret di Gunung Fuji

JUMAT, 08 AGUSTUS 2014 | 21:38 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Kata "Indonesia" dan tanda panah penunjuk yang merupakan hasil aksi corat-coret di Gunung Fuji, Provinsi Shizuoka, Jepang, telah beredar sebagai berita di tanah air. Di Jepang sendiri berita ini beredar antara lain di Fuji TV dan di fnn-news.com, hari ini (Jumat, 8/8).

Menyikapi masalah ini, KBRI Tokyo telah menghubungi Koordinator Gunung Fuji, Kosaka Ishio untuk mengetahui duduk persoalan secara jelas. Kenyataan bahwa corat-coret pada batu di Gunung Fuji yang terdaftar di UNESCO sebagai Warisan Dunia dan dianggap suci oleh masyarakat Jepang itu ada, memang benar demikian.

Tapi menurut Kosaka Ishio, pihaknya belum memiliki bukti bahwa corat-coret itu dilakukan oleh Warga Negara Indonesia. Ishio juga mengatakan masih perlu sedikit waktu untuk mencari tahu.


Mendapat jawaban yang arif dan bersahabat dari Koordinator Gunung Fuji, KBRI Tokyo belum mengambil sikap atau mengeluarkan pernyataan apa pun ke pihak Jepang terkait aksi bernuansa vandalisme itu.

Dalam keterangannya, Dubes RI untuk Jepang, Yusron Ihza Mahendra, mengatakan bahwa pihaknya tidak ingin gegabah dan bertindak prematur atas persoalan itu.

"Jika akan mengeluarkan pernyataan maaf, pernyataan itu perlu dirancang dengan baik, termasuk pilihan untuk kata “maaf” itu sendiri. Tapi sebelum itu, duduk persoalannya harus diketahui secara jelas dulu,” ujar Dubes, sebagaimana rilis KBRI yang dikirim ke media massa di tanah air.

Kami masih menunggu laporan lebih lanjut dari Pihak Pengelola Gunung Fuji, lanjut Dubes Yusron, dan akan mengambil langkah secara tepat dan proporsional pada saat yang juga tepat, jika hal itu ternyata nanti memang diperlukan.

Jika tidak ada bukti bahwa aksi corat-coret itu dilakukan oleh Warga Negara Indonesia, atau jika hal itu dilakukan oleh pihak ketiga, maka permohonan maaf tentu akan menjadi tidak relevan, sambung Dubes saat mengakhiri keterangannya.[dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Lazismu Kupas Fikih Dam Haji: Daging Jangan Menumpuk di Satu Titik

Jumat, 15 Mei 2026 | 02:12

Telkom Gandeng ZTE Perkuat Pengembangan Infrastruktur Digital

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:51

Menerima Dubes Swedia

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:34

DPD Minta Pergub JKA Dikaji Ulang dan Kedepankan Musyawarah di Aceh

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:17

Benarkah Negeri ini Dirusak Pak Amien?

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:42

Pendidikan Tinggi sebagai Arena Mobilitas Vertikal Simbolik

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:37

KNMP Diharapkan Mampu Wujudkan Hilirisasi Perikanan

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:22

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Pembangunan SR Masuk Fase Darurat, Ditarget Rampung Juni 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:33

Harga Minyakita Masih Tinggi, Pengangkatan Wamenko Pangan Dinilai Percuma

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:18

Selengkapnya