Berita

Kuota CPNS Penyandang Cacat Ditambah, Muhammadiyah Apresiasi Pemerintah

JUMAT, 08 AGUSTUS 2014 | 05:23 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Sejak didirikan KH. Ahmad Dahlan tahun 1912 di Yogyakarta, Muhammadiyah memberikan perhatian khusus pada penyandang masalah sosial, termasuk penyandang cacat.

Karena itu, Muhammadiyah mengapresiasi kebijakan Pemerintah yang memberikan kuota untuk penyandang cacat sebanyak 300 CPNS pada tahun 2014 ini. Hal ini meningkat 50 kuota dari tahun sebelumnya sebanyak 250.

"Muhammadiyah mengharapkan agar setiap tahun terus ditingkatkan jumlahnya dan Kemensos melakukan pengawasan pada pihak swasta untuk menerima penyandang cacat di perusahaannya sesuai amanat UU Nomor 4 tahun 1997," jelas Wakil Ketua Majelis Pelayanan Sosial PP Muhammadiyah, M. Ihsan (Jumat, 8/8).


Sebelumnya, jelas Ihsan, Sekjen Kementerian Sosial Toto Utomo Budi Santosa menjelaskan bahwa pemerintah akan melakukan asesmen untuk menentukan bidang-bidang di pemerintahan yang akan diisi oleh penyandang cacat. Setiap tahun Kemensos akan terus mendorong peningkatan jumlah penyandang cacat untuk CPNS.

Kebijakan tersebut sesuai dengan UU 4/1997 tentang Penyandang Cacat. Dalam pasal 14 disebutkan, perusahaan negara dan swasta memberikan kesempatan dan perlakuan yang sama kepada penyandang cacat di perusahaannya sesuai dengan jenis dan derajat kecacatan, pendidikan dan kemampuannya, yang jumlahnya disesuaikan dengan jumlah karyawan dan/atau kualifikasi perusahaan.

Disebutkan, Kemensos akan terus mendorong sistem kesejahteraan sosial masuk ke dalam sistem pemerintahan sehingga welfare state menjadi kebijakan pemerintah. Kemensos mengucapkan terima kasih pada ormas dan masyarakat yang sudah mendukung pemerintah melahirkan kebijakan strategis yang berpihak pada masyarakat dan turut serta memberikan pelayanan sosial.

"Semoga kebijakan Pemerintahan Jokowi-JK yang menempatkan profesional di kabinet dapat mengimplementasikan sistem kesejahteraan sosial dan profesi pekerjaan sosial dalam masyarakat," demikian Ihsan, mantan komisioner KPAI ini. [zul]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya