Berita

Jenderal Budiman

Jelang Lengser, SBY Larang Menteri Copot Pejabat Inti

JUMAT, 08 AGUSTUS 2014 | 05:15 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Menjelang masa pemerintahannya berakhir, Presiden SBY melarang menteri mengambil kebijakan yang fundamental dan strategis. Selain itu, penggantian pejabat utama juga tidak diperbolehkan.

Demikian disampaikan Presiden SBY menjawab pertanyaan presenter saat dialog "Isu Terkini dan Respons Presiden SBY" dalam video yang diunggah di akun Twitternya, Kamis malam (7/8).

"Juga tidak saya izinkan untuk mereka melakukan penggantian pejabat utama apalagi secara besar-besaraan. Saya berpikir, lebih baik itu dilaksanakan oleh presiden mendatang oleh pengganti saya nanti. Kecuali kalau ada alasan yang sah," ungkapnya.


"Misalnya, saya mengganti KSAD. Karena Jenderal Budiman bulan depan sudah pensiun. Sehingga saya punya tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan penggantian KSAD tersebut karena presiden baru belum ada," ungkapnya menambahkan.

Apalagi sebenarnya selama ini penggantian kepala staf-kepala staf angkatan di TNI bisa dilakukan jauh sebelumnya. Ada yang kurang setahun.

"Karena itu untuk kepentingan organisasi. Jadi bukan untuk kepentingan orang seorang. Saya kira para jenderal mengetahui tentang sistem dan aturan yang berlaku," tegasnya.

"Dengan penjelasan itu, saya tahu pada masa transisi ini mana yang tepat saya lakukan sebagai presiden meski kewenangan masih ada sama saya dan mana-mana yang tidak tepat karena itu lebih baik dilakukan presiden yang baru nanti," pungkasnya. [zul]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya