Berita

fahira idris (berjilbab)

Alhamdulillah, Komik Propoganda Hubungan Sesama Jenis Ditarik

JUMAT, 08 AGUSTUS 2014 | 03:29 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Buku komik terbitan Elex Media berjudul Why Puberty; Why Pubertas akhirnya ditarik dari peredaran. Penarikan ini menyusul gencarnya keberatan dan penolakan dari masyarakat karena komik berisi progaganda lesbian, gay, bisexual, and transgender (LGBT) dan melegalkan hubungan sesama jenis.

Ketua Yayasan Anak Bangsa Mandiri dan Berdaya, Fahira Idris, menyambut baik penarikan tersebut.

“Alhamdulilah, akhirnya penerbit dan jaringan toko buku menarik komik ini dan secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas terbitnya buku ini,” ujar Fahira Idris usai berdialog dengan Pimpinan Penerbit Elex Media, di Gedung Humas Kompas Gramedia, Jakarta (Kamis, 7/8).


Sebelumnya, ungkap Fahira dalam siaran persnya, dirinya menerima ratusan surat dari masyarakat di seluruh Indonesia yang berisi keberatan dan penolakan atas diterbitkan buku ini.

“Surat yang saya terima dari berbagai kalangan, mulai dari orang tua, pendidik, dokter, santri, hingga berbagai organisasi kemasyarakatan.  Intinya sama, mereka mendesak penerbit segera menarik dan memusnahkan buku ini,” terang Fahira yang pada saat dialog juga memberikan secara langsung surat-surat keberatan masyarakat kepada Penerbit Elex Media.

Semua surat dari masyarakat, isinya menyesalkan penerbit sebesar Elex Media bisa meloloskan buku komik ini padahal isinya tidak sesuai dengan ajaran agama dan budaya bangsa Indonesia serta membahayakan anak dan remaja. Memang, jika dibaca beberapa bagian isi buku komik Why Puberty; Why Pubertas memberikan dukungan dan kampanye tentang LGBT serta mempropagandakan bahwa LGBT adalah sesuatu yang wajar dan seharusnya diterima.

“Anak-anak secara tidak sadar diarahkan  untuk menerima hubungan sesama jenis. Saya tegaskan kembali, bahwa saya tidak membenci atau memusuhi LGBT tapi saya menolak segala macam propoganda LGBT, terlebih kepada anak-anak dan remaja," tegas perempuan yang juga dikenal sebagai aktivis perempuan ini.

Tidak hanya menuntut komik ini segera ditarik, masyarakat juga meminta Penerbit Elex Media untuk mengevaluasi apakah apakah masih ada buku-buku sejenis yang diterbitkan dan segera meminta maaf kepada publik.

“Saya meminta masyarakat ikut mengawal proses penarikan komik ini, dan segera melapor juga masih menemukannya di toko-toko buku maupun di perpustakaan-perpustakaan terutama di sekolah-sekolah. Ini juga pelajaran bagi penerbit lain untuk lebih berhati-hati menerbitkan buku yang kontennya sensitif terutama bagi anak dan remaja,” ujar Fahira.

Sementara itu, pihak Elex Media yang diwakili GM Elex Media Ari Subagijo mengatakan, terbitnya buku komik ini bukanlah kesengajaan, tetapi karena ada faktor keteledoran dalam mekanisme editing dan untuk itu pihaknya meminta maaf kepada masyarakat luas.

Dalam sub bab ‘mencintai sejenis’,  komik terbitan Elex Media ini menceritakan dan mengkampanyekan gaya hidup kaum LGBT yang dianggap wajar. Salah satunya terdapat ilustrasi seorang ibu yang mengatakan, “Jika seorang transgender dengan jiwa perempuan mencintai seorang laki-laki, itu wajar saja, bukan?”

Ada juga ilustrasi adegan ibu memperhatikan dua anak laki-laki yang berpegangan tangan mengekspresikan rasa sayang. Kemudian, ibu itu mengatakan,”Setiap orang punya hak untuk mencintai dan dicintai, dan bila mereka mencintai sesama jenis, itu adalah pilihan. Jika boleh memilih, tentu saja mereka ingin memilih mencintai lawan jenis.” Bagian inilah yang dinilai provokatif, memprogandakan dan mengkampanyekan LGBT.

Dalam pertemuan ini, tambah Fahira, tercapai beberapa kesepatakan yaitu: Penerbit Elex Media menarik seluruh peredaran buku komik “Why: Puberty” di seluruh toko buku di Indonesia; Membuat permohonan maaf atas keteledoran penerbit karena tidak punya mekanisme kontrol yang cukup baik; Elex Media juga akan melakukan kordinasi lebih baik lagi dengan pihak-pihak terkait (KPAI, Balitbang Kemendikbud, Kemendag, juga MUI—jika buku yang terbitkan memasukkan unsur agama di dalamnya) saat akan menerbitkan buku-buku yang terkait dengan isu-isu sensitif.

Selain itu, Penerbit Elex Media juga berkomitmen untuk lebih menjungung tiggi nilai-nilai keagamaan, etika kemanusiaan dan budaya kebaikan yang mengakar di Indonesia pada semua buku terbitannya serta tidak menerbitkan kembali buku/ komik serupa, terutama yang punya tendensi ‘merusak’ para remaja yang sedang mencari jati dirinya.

Sementara untuk kelanjutan buku ini, penerbit Elex Media, minggu depan akan bertemu dengan MUI, Kemendag, dan Kemendikbud untuk menanyakan solusi tentang apakah sisa buku komik ini masih bisa dijual dengan cara menghilangkan sub bab ‘mencintai sejenis’, atau tidak boleh sama sekali. [zul]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya