Berita

sby-jokowi

SBY: Saya Mengerti Maksud Pak Jokowi, Tapi Sekali lagi Tunggu Timing yang Tepat

JUMAT, 08 AGUSTUS 2014 | 03:09 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Presiden SBY memaklumi Joko Widodo telah membentuk Tim Transisi. Tim tersebut akan mempersiapkan hal-hal strategis berkaitan dengan pembahasan APBN 2015; konsep kelembagaan pemerintahan di bawah presiden; menjabarkan lebih rinci visi dan misi presiden dan wakil presiden terpilih dalam rencana dan program kebijakan; dan mempersiapkan agar program-program yang bisa dilakukan dipercepat.

"Kembali kepada yang ada dalam pikiran Pak Jokowi, saya bisa mengerti sebetulnya," kata Presiden SBY menjawab pertanyaan presenter saat dialog "Isu Terkini dan Respons Presiden SBY" dalam video yang diunggah di akun Twitternya, Kamis malam (7/8).
 
Alasannya, sambung SBY, setelah resmi menjadi Presiden RI, Jokowi tentu akan langsung menjalankan tugas-tugas pemerintahan dan kenegaraan. Apalagi 1 bulan setelah mengucapkan sumpah di hadapan MPR, presiden akan mengikuti serangkaian pertemuan internasional, mulai dari KTT ASEAN, ASEAN Plus, East Asia Summit, dan OPEC, dan bahkan G-20.


"Ingat selama ini peran Indonesia penting dan diakui oleh dunia. Jadi Oktober presiden baru kita menyampaikan sumpah, 1 bulan kemudian akan terjun dalam percaturan global. Oleh karena itu, dalam konteks itu saya paham bahwa perlu persiapan yang baik," ungkap SBY.

Apalagi SBY mengaku tidak punya kesempatan yang sama pada saat dirinya dinyatakan sebagai Presiden terpilih pada Pilpres 2004 lalu.

"Saya juga masih ingat,  ketika pada 4 Oktober 2004 setelah saya dinyatakan sebagai presiden terpilih, saya tidak memiliki kesemptan dan bahkan tidak memiliki akses untuk melakukan sebuah persiapan sebelum saya memangku jabatan sebagai Presiden Republik Indonesia," bebernya.

Oleh karena itu, apa yang dipikirkan dan direncanakan Jokowi tersebut tidak keliru. Presiden SBY mengaku mendukung langkah-langkah tersebut. Karena, setiap presiden baru tentu ingin sukses.

"Cuman sekali lagi, tunggu timing yang tepat. Rasanya tidak baik dan tidak etis, ketika MK tengah bersidang, belum mengambil putusan apapun, lantas saya misalnya atau menteri-menteri di kabinet saya diminta bersama-sama merencanakan masa transisi pemerintahan ini," tandasnya. [zul]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya