Berita

Julian Aldrin Pasha

Wawancara

WAWANCARA

Julian Aldrin Pasha: Presiden Tak Pantau Sidang Pilpres, Tapi Kami Sudah Melaporkannya

KAMIS, 07 AGUSTUS 2014 | 09:18 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Presiden SBY berencana melakukan pertemuan dengan Presiden terpilih setelah Mahkamah Konstitusi (MK) memutus sengketa pilpres.

Usai pertemuan tersebut, kedua pihak mempertemukan masing-masing tim untuk membahas transisi pemerintahan.

Demikian disampaikan Juru Bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha, kepada Rakyat Merdeka di di Istana Negara, Jakarta, kemarin.


“Kami menyakini, proses transisi pemerintahan dari Presiden SBY kepada pemimpin selanjutnya akan berjalan baik. Setelah ada kepastian dari putusan MK,’’ kata Julian.

Presiden SBY, lanjutnya, akan mengambil inisiatif atau mengundang presiden terpilih untuk membicarakan kepemimpinan negeri ini.

“Proses transisi politik berjalan baik. Ini yang diharapkan Presiden SBY. Karena itu, Presiden meminta berbagai pihak bersabar sampai keluarnya putusan MK, 21 atau 22 Agustus mendatang,” paparnya.

Berikut kutipan selengkapnya:

Bagaimana teknis pembahasan transisi pemerintahan itu?
Pembahasan transisi pemerintahan akan diawali dengan pertemuan empat mata antara Presiden SBY dengan presiden terpilih. Apakah pertemuan itu akan diikuti juga oleh para Wakil Presiden, saya belum tahu.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden akan menyampaikan posisi kita (Indonesia) saat ini. Berbagai upaya yang dicapai dalam sepuluh tahun ini, tantangan ke depan, kendala, termasuk harapan yang ingin dikejar, semua akan dijelaskan.

Untuk menindaklanjuti pertemuan tersebut atau pembahasan lebih jauh, dibicarakan oleh masing-masing tim. Bidang perekonomian, bidang polhukan, bidang kesra, para menko (menteri koordinator) akan memberi penjelasan. Kalau tim dari presiden terpilih membutuhkan penjelasan spesifik, mereka bisa membicarakan masalah keuangan dengan menkeu, atau menteri terkait lainnya.

Struktur kementerian dan rencana penghapusan wakil menteri, apakah akan dibahas?
Itu hak prerogatif pemerintahan selanjutnya. Apakah ada wakil menteri atau tidak, itu keputusan presiden terpilih.

Mengenai postur APBN 2015, apakah pemerintahan selanjutnya akan dilibatkan?

Pembahasan APBN 2015 adalah amanah undang-undang. Kalau tak membahas anggaran itu, pemerintah melanggar undang-undang, melakukan tindakan inkonstitusional.

Sebenarnya, kalau tidak ada gugatan ke MK, Presiden SBY berencana mengkonsultasikan nota APBN 2015 dengan presiden terpilih. Bahkan, beliau berencana mengajak presiden terpilih saat penyampaian nota RAPBN 2015 di DPR, 15 Agustus nanti. Karena masih ada gugatan di MK proses itu tidak bisa dilakukan.

 Kalau tidak ada ruang komunikasi, apakah pemerintahan selanjutnya tidak terbebani dengan postur APBN yang dibentuk pemerintahan SBY?
Nanti kan ada ruang perubahan atau perbaikan. Pemerintah sekarang harus menjalankan kewajibannya.

Soal sidang perdana sengketa pilpres, apa tanggapan SBY?
Presiden SBY tak memantau langsung sidang MK. Sebab, pada saat yang sama, beliau menghadiri acara puncak Hari Anak Nasional 2014 di Sasana Kriya Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur.

Tapi, kami sudah melaporkannya. Saya mengikuti proses-proses awal sidang melalui siaran radio. Diharapkan, proses sidang berlangsung dengan aman, lancar, dan tertib.

Soal pernyataan Prabowo yang menyatakan pilpres Indonesia seperti di negara otoriter?
Tentang adanya keberatan dari salah satu pihak, dalam hal ini Prabowo-Hatta, memang harus kita tunggu. Kan memang ada lembaga yang mengurusi itu, yaitu MK. Pesan Presiden, tunggu keputusannya. ***

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

Mengenal Bupati Rejang Lebong M Fikri yang Baru Terjaring OTT

Selasa, 10 Maret 2026 | 06:15

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

UPDATE

Prabowo Cap Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis Sebagai Aksi Terorisme

Kamis, 19 Maret 2026 | 20:16

Motif Penyerang Aktivis KontraS Inisiatif atau Perintah Atasan?

Kamis, 19 Maret 2026 | 20:15

Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 Hijriah Jatuh pada 21 Maret 2026

Kamis, 19 Maret 2026 | 19:51

Pemerintah Siapkan Skema WFH PNS hingga Swasta, Berlaku Usai Idulfitri

Kamis, 19 Maret 2026 | 19:24

Waspada, Ratusan Suspek Virus Campak Ditemukan di Sumut

Kamis, 19 Maret 2026 | 19:20

Hilal 1 Syawal Belum Terlihat di Jawa Barat

Kamis, 19 Maret 2026 | 19:07

Bank Mandiri Berangkatkan Lebih dari 10.000 Pemudik Lebaran 2026

Kamis, 19 Maret 2026 | 19:05

Megawati Curhat ke Prabowo Lawatan di Arab Saudi dan UEA

Kamis, 19 Maret 2026 | 18:42

MUI: Jangan Paksakan Idulfitri Berbarengan

Kamis, 19 Maret 2026 | 18:29

MUI Imbau Umat Tunggu Hasil Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H

Kamis, 19 Maret 2026 | 17:41

Selengkapnya