Berita

muhaimin iskandar/net

Hukum

KPK Akan Panggil Menteri Imin Terkait Pemerasan TKI

RABU, 06 AGUSTUS 2014 | 20:53 WIB | LAPORAN:

. Inspeksi Mendadak (Sidak) terkait pemerasan yang dialami Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Bandara Soekarno Hatta beberapa waktu lalu berbuntut panjang. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memanggil pihak-pihak yang terkait dengan urusan TKI.

Wakil Ketua KPK, Adnan Pandu Praja mengatakan pihaknya akan memanggil Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, ‎Muhaimin Iskandar, BNP2TKI serta pihak LSM Migrant Care yang diketahui cukup serius menangani aduan-aduan dari para TKI.

Adapun BNP2TKI dipimpin oleh Gatot Abdullah Mansyur. Sebelumnya, jabatan Kepala BNP2TKI lama diduduki Jumhur Hidayat. Sementara, catatan Migrant Care, pemerasan terjadi sejak tahun 1986.‎ Karena itu, kata Adnan, pemanggilan tersebut juga untuk mengkaji soal keberadaan BNP2TKI di tengah berbagai permasalahan yang mendera TKI.


"Kami Akan bertemu kembali dengan teman-teman dari Migrant Care, Menakertrans serta BNP2TKI dan pihak-pihak terkait dalam rangka mencari solusi yang konstruktif tentang sejauh mana diperlukannya BNP2TKI ke depan," terang Adnan usai menerima perwakilan Migrant Care dan TKI yang pernah diperas di Kantor KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (6/8).

Kata Adnan, saat bertemu pihak Migrant Care yang diwakili Anis Hidayah selaku Direktur Eksekutif Migrant Care banyak informasi yang diterima. Selain Adnan, ada Zulkarnaen, Busyro Muqoddas dan Bambang Widjojanto yang ikut bertemu dengan pihak Migrant Care dan mantan TKI.

Dari hasil pertemuan itu, Adnan menyimpulkan bahwa telah terjadi perbudakan modern terhadap TKI‎ dalam proses kepulangan mereka dari dari luar negeri.

"Kami lakukan sidak akhir ramdahan kemarin. Menurut pendapat teman-teman Migrant Care dari hasil kajian berbagai lembaga internasional, ini adalah pola perbudakan modern yang menempatkan kita setara dengan negara-negara yang memperlakukan para pekerja itu secara tidak manusiawi," terang dia.

KPK, selanjutnya akan menjadikan ‎tindak pemerasan ini sebagai rekomendasi kepada presiden terpilih untuk menentukan perlu atau tidaknya BNP2TKI dalam pemerintahan.

"Ini akan menjadi Rekomendasi KPK nantinya kepada presiden baru terpilih tentang apakah (BNP2TKI) dilikuidasi atau diubah bentuknya. Banyak hal yang akan kita dalami termasuk sejauh mana KPK perlu membuat rekomedasi terkait pembahasan RUU yang sekarang sedang dibahas di DPR RI," tandasnya.[dem]


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

UPDATE

Antam dan Pegadaian Ikut Uji Keaslian 55 Keping Platinum OTT Bupati Langkat

Minggu, 12 Juli 2026 | 20:16

Proses Hukum Febrie Adriansyah Wujud Ketegasan Pemerintahan Prabowo

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:54

Prabowo: Kopdes Merah Putih Akan Ciptakan Perputaran Uang Rp223 Triliun di Desa

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:43

Belajar dari Yunnan, Tobat Ekologi Ditopang Gerakan Koperasi

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:33

Kopdes Merah Putih Siapkan Kredit Super Mikro, Bunga 8 Persen

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:03

Taruna Akmil Pahami Pemikiran Sun Tzu dan Doktrin Pertahanan Negara

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:55

Prabowo Kritik Neoliberalisme, Dorong Kembali Ekonomi Kerakyatan

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:51

Kemensos Evakuasi Bocah Sukabumi yang Suka Cium Tangki Motor Warga

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:34

Prabowo Tetapkan Barang Subsidi Wajib Disalurkan Lewat Kopdes Merah Putih

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:17

Karhutla Mengamuk di Jawa dan Kalimantan, 1 Warga Pingsan

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:03

Selengkapnya