Berita

rachma dan surya/net

Politik

Ini Dua Bohong Besar di Balik Sengketa Rachma dan Surya

RABU, 06 AGUSTUS 2014 | 11:21 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh telah berbohong berkaitan dengan alasan pemecatan Rachmawati Soekarnoputri dari posisi Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai NasDem.

Dalam jumpa pers yang digelar kemarin (Selasa, 5/8) Surya Paloh melalui Sekjen Partai NasDem Rio Capella mengatakan bahwa DPP telah berkali-kali memberikan peringatan kepada Rachmawati sebelum memecatnya.

Dalam perbincangan dengan redaksi beberapa saat lalu (Rabu, 6/8), Rachma menegaskan bahwa dirinyalah yang selalu berinsiatif untuk menjalin komunikasi dengan Surya Paloh selama ini.


Menurutnya ada dua kebohongan yang disampaikan pihak Surya Paloh. Pertama, Rachma mengatakan dialah yang akhirnya mengambil inisiatif untuk mengundurkan diri dari Partai NasDem.

“Saya sudah sudah dua kali mengirimkan surat dan notice awal bulan Juni lalu kepada Ketua Umum Surya Paloh, yang intinya mempertanyakan manuver politiknya mendukung PDIP dan Jokowi. Tapi tidak pernah direspon,” ujar Rachma.

Kebohongan kedua, lanjut putri Bung Karno ini, dirinya tidak pernah menerima teguran dari Partai NasDem baik lisan maupun tertulis.

“Tidak pernah ada teguran pribadi maupun organisasi. Justru saya yang selama ini menempuh jalan yang resmi untuk menyampaikan pendapat saya, tapi tak pernah direspon,” ujar Rachma lagi.

“Saya perlu meluruskan kebohongan besar mereka yang disebarluaskan melalui televisi milik mereka,” demikian Rachma. [rus]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya