Berita

Arief Hidayat

Wawancara

WAWANCARA

Arief Hidayat: Siap Gelar Sengketa Pilpres, Ini Seperti Persidangan Biasa

SELASA, 05 AGUSTUS 2014 | 09:51 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Hakim konstitusi sudah siap menggelar sidang perdana sengketa pilpres yang akan dilaksanakan besok, 6 Agustus 2014.

“Secara lahir batin, saya dan hakim lainnya siap menyidangkan sengketa pilpres. Semoga semuanya berjalan dengan baik,” kata Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat, kepada Rakyat Merdeka, yang dihubungi via telepon, Minggu (3/8).

Para hakim MK, lanjutnya, tidak ada persiapan khusus dalam menyidangkan sengketa yang diajukan pasangan capres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa tersebut.


“Saya dan hakim lainnya menganggap hal ini seperti persidangan biasa,’’ katanya enteng.

Berikut kutipan selengkapnya;

Masak tidak ada persiapan khusus, ini kan sengketa pilpres?
Tidak ada.  Persiapannya seperti persidangan biasa. Mengalir begitu saja.  Kami sudah menyadari tugas dari seorang hakim yang harus siap menghadapi segala macam bentuk sidang perkara. Semua tugas sama saja. Memeriksa sengketa pileg, pilpres dan pilkada sudah menjadi kewenangan kami.

Apa ada yang berupaya mempengaruhi MK dalam sengketa pilpres?
Tidak ada. Saya secara pribadi tidak pernah mendapatkan intervensi dalam bentuk apapun. Semuanya berjalan normal seperti biasa. Saya dan semua hakim yang ada di MK merasa tidak ada pressure dalam melakukan tugas dalam pengambilan putusan sidang.

Apa sudah ada komunikasi dengan hakim lainnya?
Selama cuti satu minggu kami belum melakukan pembicaraan apapaun. Kami akan memulai pembicaraan sebelum sidang perdana pada Rabu 6 Agustus 2014.

Putusan MK mengikat, bagaimana kalau ada pihak yang tidak puas?
Putusan MK memang membuat salah satu pihak puas dan tidak puas. Sudah pasti tidak bisa memuaskan semua pihak. Pihak yang kalah harus bisa menyadari bahwa putusan MK merupakan kata akhir dari badan peradilan yang paling tinggi di Indonesia. Karena Indonesia negara hukum yang demokratis. Penyelesaian perkara harus melalui mekanisme secara peradilan. Apapun yang akan diputuskan harus bisa diterima oleh semua pihak.

Pernahkah Anda mendapatkan teror selama menjadi hakim konstitusi?

Selama menjadi hakim April 2013. Belum pernah mendapat tekanan atau intervensi untuk mempengaruhi. Lembaga peradilan harus dijaga bersama.

Jangan mencoba untuk mempengaruhi putusan MK. 

Termasuk pers. Jangan membangun opini yang bertujuan untuk mempengaruhi hakim.

Bagaimana cara Anda membentengi diri agar tidak tergoda?
Berusaha tidak bertemu dengan siapapun. Kalau misalnya ada telepon yang tidak tahu kejelasan sumbernya, saya tidak akan respons. Saya tetap menjaga integritas dan kode etik yang harus ditaati oleh semua hakim. ***

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya