Berita

Dipo Alam

Wawancara

WAWANCARA

Dipo Alam: Presiden Minta Tim Transisi Peralihan Yang Digagas Pak Jokowi Tunggu MK

SELASA, 05 AGUSTUS 2014 | 09:45 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pembentukan tim transisi peralihan pemerintahan yang dibentuk presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) disambut positif Sekretaris Kabinet Dipo Alam.

“Presiden SBY mengapresiasi gagasan tersebut. Ide pengalihan kekuasaan dari presiden lama ke presiden baru, pemerintahan lama ke pemerintahan baru, merupakan ide beliau (SBY),” ujar Dipo Alam kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Namun, lanjutnya, Presiden SBY meminta transisi pemerintahan dibahas setelah Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan gugatan sengketa pilpres yang diajukan pasangan capres Prabowo Subianto- Hatta Rajasa.


“Setelah ada keputusan MK, Pak SBY akan aktif berkomunikasi dengan presiden terpilih.  Dengan demikian, transisinya berjalan bagus,” jelasnya.

Seperti diketahui, presiden terpilih Jokowi mengenalkan nama-nama yang berada dalam tim transisi. Jokowi mengatakan tim tersebut dipimpin seorang kepala staf, yakni Rini Mariani Soemarno.

“Kantor ini dipimpin oleh kepala staf di sebelah saya, Ibu Rini Soemarno. Dibantu empat deputi, Hasto (Kristiyanto), Anies (Baswedan), Akbar (Faizal) dan Andi (Widjajanto),” jelas Jokowi usai peresmian Rumah Transisi di Jalan Situbondo Nomor 10, Menteng, Jakarta Pusat, kemarin.

Dipo Alam selanjutnya mengatakan,  pemerintahan SBY akan mendukung penuh persiapan peralihan kekuasaan, karena budaya ini diperlukan bagi keberlangsungan pemerintahan.

Berikut kutipan selengkapnya:
 
Apa saja yang disiapkan pemerintahan SBY untuk transisi pemerintahan mendatang?
Sejauh ini, kami belum melakukan persiapan. Seperti yang disampaikan Presiden SBY, kami mengapresiasi pembentukan tim transisi dan kami akan membantu jalannya peralihan kekuasaan. Namun, kita harus sabar karena masih ada proses yang berlangsung di MK. Kita tunggu dulu keputusan MK.

Fokus kami saat ini adalah menyelesaikan target 100 hari terakhir, Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional), UKP4 (Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan ), para menko dan menteri-menteri akan tetap fokus dalam beberapa hari ke depan. Sesuai konstitusi, kami tidak ada demisioner, jadi kami akan bekerja sampai 20 Oktober mendatang (pelantikan presiden baru).
 
Poin apa saja yang perlu disampaikan kepada pemerintahan mendatang?

Masalah persiapan yang berkepentingan kan pemerintahan mendatang. Kami tidak mau mengajarkan. Kalau mereka ingin tahu, ingin berkomunikasi, kami membuka pintu. Kami tunggu mereka saja.

Apakah pemerintahan SBY juga mau membuka diri atau memberi ruang soal APBN kepada pemerintahan baru?
Soal APBN, presiden terpilih masih punya kesempatan. Kami membuat perencanaan anggaran, yang didalamnya memikirkan hak-hak pemerintahan mendatang. Kami tidak mau sembarangan, tidak mau memberatkan pemerintahan mendatang.
 
Bagaimana kalau mereka menanyakan tentang kinerja sejumlah menteri karena ada yang ‘kasak-kusuk’ ingin jadi menteri lagi?
Kalau mereka minta, kami tentu akan bersikap terbuka. Keinginan Pak SBY, suksesi pilpres atau peralihan kekuasaan harus dipertahankan.

 Jangan sampai, presiden yang pernah memimpin dan presiden selanjutnya putus hubungan, tidak ada silaturahmi. Saya yakin, Pak SBY akan bersikap terbuka untuk hal-hal baik.

Apa SBY merasa ditinggal karena ada menterinya mulai bersiap masuk pemerintahan baru?
Kalau ada menteri yang mau pindah ke kabinet baru, silakan mereka menggunakan cara-cara mereka. Pak SBY sama sekali tidak marah atau merasa ditinggalkan. Yang penting, orang itu menyelesaikan tugasnya dalam 100 hari terakhir ini.
 
Saat membantah informasi Wikileaks, SBY juga membela Megawati, apa itu simbol adanya koalisi dalam pemerintahan mendatang?
Itu sangat wajar. Tahun 1999, SBY dan Mega sama-sama belum memimpin Indonesia, kok dituduh ‘bermain’ dalam masalah pencetakan uang. Itu kan wewenang BI, bukan kewenangan pemerintah atau presiden. Pernyataan itu tidak berarti Pak SBY kasih kode akan berkoalisi dengan Bu Mega. Tapi, bukan berarti beliau tidak mau. Beliau sangat menginginkan rekonsiliasi dan silaturahmi yang baik dengan Bu Mega. ***

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya