Berita

joko widodo/net

Politik

Inilah yang akan Dilakukan Jokowi Watch untuk Menemukan Menteri yang Pas

MINGGU, 03 AGUSTUS 2014 | 20:33 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Upaya presiden terpilih Joko Widodo melakukan “pencarian bakat” untuk calon pembantunya perlu didorong dan diimplementasikan dalam waktu dekat agar lebih mengkerucut dan tajam.

Ini penting untuk mewujudkan seluruh janji-janji politik Jokowi saat pemilihan yang lalu.

“Karena itu, kami mencoba melakukan penilaian secara langsung ke institusi Kementerian dan Lembaga Negara Non Departemen (LNND) dengan mengandalkan model pelibatan langsung para pembantu presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan struktur dibawahnya,” ujar Direktur Eksekutif Jokowi Watch, Tigor Doris Sitorus, dalam perbincangan dengan redaksi beberapa saat lalu.


“Sebab, menurut kajian kami, pendapat dan pengalaman para pembantu Presiden SBY itu dirasa perlu juga untuk diikutsertakan guna mensukseskan pencarian tersebut,” sambungnya.

Menurut Tigor, pejabat-pejabat yang membantu SBY selama ini dapat memberikan informasi mengenai kondisi riel Kementerian/LNND. Dengan demikian pencarian menteri yang dilakukan SBY bisa menemukan personal yang tepat. Selain bahwa mereka juga adalah bahagian dari rakyat yang turut dalam proses pembangunan negara.

“Apalagi, mereka sebagai birokrat yang patut untuk dikaji terkait model dan hasil kinerjanya selama ini, apakah bisa terkategori sukses atau tidak dalam mewujudkan tingkat kesejahteraan rakyat. Pendapat dan atau fakta yang akan didapatkan dari mereka kami prediksi akan bisa menjadi faktor terbesar dalam membantu upaya tim pencari personal calon pembantu presiden.

“Perlu disadari bahwa tidak akan mungkin didapatkan hasil yang maksimal dalam proses mencari calon Menteri yang akan memimpin Kementerian jikalau tidak diketahui dengan teliti tentang bagaimana kondisi riel Kementerian/LNND,” kata dia lagi.

Metode seperti ini, masih kata Tigor tidak akan mengulangi persoalan yang pernah dihadapi SBY di Kementerian Pemuda dan Olah Raga, Kementerian Agama, atauBadan Pertanahan Nasional (BPN). Pemimpin-pemimpin Kementerian/LNND itu, kata dia lagi, dipilih hanya karena kedekatan dengan SBY.

“Kementerian Pemuda dan Olah Raga dipimpin orang yang dikategorikan dekat presiden dan Kementerian Agama dipimpin ketua umum partai politik yang dianggap 'berpiutang' kepada presiden atau BPN yang dipimpin oleh mantan Dosen pembimbing SBY. Lalu kemudian dengan 'mudah' diserahkan kepada pensiunan Jaksa Agung. Itu adalah contoh resiko yang harus dihindari Jokowi,” urai Tigor.

Tigor mengatakan, Jokowi Watch mulai hari Selasa (5/7) akan mengirimkan surat kepada 33 menteri yang memimpin Kementerian dan puluhan LNND untuk meminta dan mengumpulkan data dan keterangan serta pendapat atas kinerja, program kerja per tahun dalam lima tahun terakhir, capaian, struktur, metode penempatan jabatan, besar anggaran, alokasi prioritas anggaran, fokus/prioritas kerja, kendala dan saran-saran. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Forum Lintas-Generasi Ketuk Pintu KWI Serukan Kebangkitan Moral Bangsa

Rabu, 15 April 2026 | 22:14

Gaduh Motor Listrik, Muncul Desakan Copot Kepala BGN

Rabu, 15 April 2026 | 21:53

BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah dalam 5 Dekade

Rabu, 15 April 2026 | 21:34

Dipimpin Ketum Peradi Profesional, Yuhelson Dikukuhkan Sebagai Guru Besar

Rabu, 15 April 2026 | 21:03

Terbongkar, Bisnis Whip Pink Ilegal Raup Omzet hingga Rp7,1 Miliar

Rabu, 15 April 2026 | 20:51

Pakar dan Praktisi Kupas Tata Kelola Intelijen di Tengah Geopolitik Global

Rabu, 15 April 2026 | 20:42

2,1 Juta Peserta BPJS PBI Kembali Aktif

Rabu, 15 April 2026 | 20:30

Revisi UU Pemilu Bukan Cuma Ambang Batas

Rabu, 15 April 2026 | 20:10

Sejarah Panjang Trem Jakarta dari Masa ke Masa

Rabu, 15 April 2026 | 20:05

Film The Legend of Aang: The Last Airbender Diduga Bocor di X Jelang Tayang Oktober 2026

Rabu, 15 April 2026 | 19:45

Selengkapnya