Berita

Pembuatan Gelang Warna Masuk Monas Telan Anggaran Rp 123 Juta

SABTU, 02 AGUSTUS 2014 | 16:27 WIB | LAPORAN:

. Unit Pengelola (UP)  Tugu Monumen Nasional (Monas) menggelontorkan Rp 123 juta untuk membuat gelang warna warni penanda bagi pengunjung yang akan naik ke Tugu Monas.

Kepala UP Tugu Monas Rini Hariyani mengatakan dana tersebut diambil dari dana APBD DKI tahun anggaran 2014.

"Itu untuk 32 ribu gelang," ujar dia saat dihubingi (Sabtu, 2/8).


Pihak UP Tugu Monas menyediakan delapan jenis warna penanda naik ke Tugu Monas. Setiap warna memberi tahu jam berkunjung masyarakat.

Diantaranya warna merah muda untuk pengunjung yang masuk pukul 08.00-09.00 WIB, hijau muda untuk jadwal masuk pukul 09.00-10.00 WIB, oranye untuk pukul 10.00-11.00 WIB, ungu untuk pukul 11.00-12.00 WIB, merah untuk pukul 12.00-13.00 WIB, biru untuk pukul 14.00-15.00 WIB dan hijau tua untuk pukul 15.00-16.00 WIB.

"Tiap warna ada 4000 unit gelang. Itu untuk penggunaan selama satu tahun ini," jelas Rini.

Ia mengingatkan bahwa gelang tersebut tidak untuk dibawa pulang oleh pengunjung. Sebelum masuk ke lift, petugas akan mengecek dan mengambil kembali gelang tersebut.

"Harapan kita gelangnya enggak dirusak, diputus atau dicoret-coret," tandasnya.

Ia juga menjamin kebersihan gelang tersebut karena petugas cleaning service langsung mengelap keringat yang menempel begitu dikembalikan oleh pengunjung.

Selain itu, hanya akan ada 200 unit gelang per warna yang akan diedarkan setiap hari. Artinya, hanya akan terdapat 1.600 orang yang boleh naik ke Tugu Monas setiap harinya. Cara ini juga akan mengatur pengunjung agar berada di puncak Monas tidak lebih dari 200 orang per jam.[dem]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya