Berita

hatta rajasa/net

Politik

Parlemen Pemuda: Tokoh Ini Layak Jadi Menko Perekonomian

SABTU, 02 AGUSTUS 2014 | 06:32 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Salah satu putra bangsa yang dinilai memiliki kompetensi untuk menduduki posisi menteri perekonomian adalah DR. Rizal Ramli.

Selain telah berpengalaman dan memiliki kapasitas yang baik, Rizal dinilai dapat diterima semua kalangan. Namanya tidak asing lagi di dunia perbankan, pengusaha, birokrat, akademisi, dan bahkan masyarakat biasa.

"Kalau menjadi menko perekonomian, Rizal tentu bisa menjembatani semua kepentingan demi percepatan pembangunan. Ini sangat penting agar ada keharmonisan dalam pembangunan,” ujar Presidium Parlemen Pemuda Indonesia, Ahmad Fanani, dalam perbincangan dengan redaksi, Jumat malam (1/8).


Selain berpengalaman dalam bidang ekonomi, Rizal Ramli juga dikenal dekat dengan tokoh-tokoh nasional, baik dari kalangan agama, LSM, ormas, dan para mahasiswa.

Kedekatannya dengan semua segmen masyarakat adalah modal sosial yang sangat penting bagi pejabat publik. Setidaknya, masukan, kritikan, dan juga aspirasi dapat dengan mudah diserap secara langsung.

"Tidak salah bila disebut bahwa Rizal Ramli adalah sahabat semua orang, teman semua kalangan. Indonesia butuh tipikal pemimpin seperti ini. Karena itu, siapa pun presidennya, Rizal Ramli sangat perlu dilibatkan. Ya, yang paling pas adalah menko perekonomian,” demikian Ahmad Fanani.

Penilaian serupa juga disampaikan pengamat politik senior Tjipta Lesmana beberapa hari lalu.

Dalam artikelnya, Tjipta memberikn catatan kritis mengenai sejumlah ekonom pro neoliberal yang berada di sekitar Joko Widodo dan Megawati Soekarnoputri.

Menurut Tjipta Lesmana, bila sungguh-sungguh ingin membangun ekonomi kerakyatan, Jokowi jangan mengajak ekonom neolib yang selama ini mengintai dirinya.

Rizal Ramli, sebut Tjipta Lesmana, adalah figur yang dapat dipercaya untuk memegang amanah di bidang ekonomi. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Naming Rights Halte untuk Parpol Dinilai Politisasi Ruang Publik

Rabu, 15 April 2026 | 12:19

Iran Taksir Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Capai Rp4.300 Triliun

Rabu, 15 April 2026 | 12:13

Prima Sebut Wacana PDIP Gaji Guru Rp5 Juta Ekspektasi Semu

Rabu, 15 April 2026 | 12:12

Kasus Pelecehan di FHUI Jadi Ujian Integritas Kampus

Rabu, 15 April 2026 | 12:06

Temui Dubes UEA, Waka MPR Pacu Investasi dan Transisi Energi

Rabu, 15 April 2026 | 11:52

IPC TPK Sukses Kelola 850 Ribu TEUs di Awal 2026

Rabu, 15 April 2026 | 11:41

Diduga Dianiaya Senior, Anggota Samapta Polda Kepri Tewas

Rabu, 15 April 2026 | 11:34

Auditor BPKP Ungkap Kerugian Pengadaan Chromebook Terjadi Selama 3 Tahun

Rabu, 15 April 2026 | 11:32

Soal Kasus Bea Cukai, Faizal Assegaf Ungkap Kronologi Hubungan dengan Rizal

Rabu, 15 April 2026 | 11:21

Zelensky Sindir AS Kehilangan Fokus ke Ukraina Akibat Perang Iran

Rabu, 15 April 2026 | 11:03

Selengkapnya