Berita

joko widodo/net

Politik

PILPRES 2014

Jangan Bergembira Dulu, Tahapan-tahapan Ini Bisa "Melemaskan" Jokowi

JUMAT, 25 JULI 2014 | 08:02 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Hasil penghitungan suara Pilpres 2014 yang diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Juli lalu, terus menuai polemik di tengah masyarakat. KPU telah mengumumkan hasil pilpres dengan dimenangkan oleh pasangan Jokowi-JK.

Berdasarkan tahapan dan jadwal pilpres yang telah ditetapkan KPU, setelah pengumuman resmi oleh KPU tanggal 22 Juli lalu, masih ada dua tahapan sisa. Yaitu, sengketa pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK) dan pelantikan presiden dan wakil presiden oleh MPR pada  20 Oktober 2014.

Ketua Perhimpunan Magister Hukum Indonesia (PMHI), Fadli Nasution, SH, MH mengungkapkan, jika pasangan Prabowo-Hatta menggugat ke MK, maka pasangan Jokowi-JK harus bersabar dulu, sampai adanya putusan MK yang final.


"Kita belum bisa memprediksi bagaimana nantinya putusan MK, apakah akan ada Pemungutan Suara Ulang (PSU) atau seperti apa," kata Fadli kepada redaksi, Jumat (25/7).

Menurut Fadli, sampai tanggal 1 Oktober nanti parlemen masih didominasi oleh Koalisi Merah Putih pendukung Prabowo-Hatta yang berencana akan membentuk Pansus Pilpres yang akan melakukan audit kinerja terhadap KPU dan Bawaslu selaku penyelenggara pemilu.

Selain itu, masih ada satu momentum lagi yang tudak kalah pentingnya, yaitu pelantikan pelantikan presiden dan wakil presiden oleh MPR pada  20 Oktober 2014 nanti.

"Jika sidang MPR tidak terpenuhi quorum 2/3 anggotanya karena Koalisi Merah Putih walk out, bagaimana mungkin Presiden dan Wapres terpilih dilantik dan mengucapkan sumpah janji, padahal konstitusi kita mensyaratkan hal itu," terangnya.

Ditambahkan Fadli, proses tahapan pilpres belum selesai, masih panjang, setidaknya sampai Oktober 2014, jadi jangan buru-buru dulu dengan euforia kemenangan yang baru diumumkan KPU.

"Saya kira sekitar 60 juta pemilih dan pendukung Prabowo-Hatta tidak akan tinggal diam karena merasa dicurangi, pungkasnya. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

NATO Turun Gunung Usai Trump Mau Tarik 5 Ribu Pasukan dari Jerman

Minggu, 03 Mei 2026 | 00:03

Komdigi Dorong Sinergi Penegakan Hukum Ruang Digital

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:45

Wamenkeu soal Purbaya Masuk RS: Insya Allah Sehat, Doakan Saja!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:32

Negosiasi Berjalan Buntu, Trump Tuding Iran Tidak Punya Pemimpin Jelas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:19

Pernyataan Amien Rais di Luar Batas Kritik Objektif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:51

Sekolah Tinggi, Disiplin Rendah: Catatan Hardiknas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:38

Aktivis 98: Pernyataan Amien Rais Tidak Cerminkan Intelektual

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:18

Wakil Wali Kota Banjarmasin Dinobatkan Sebagai Perempuan Inspiratif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:48

KAI Pasang Pemasangan Palang Pintu Sementara di Perlintasan Jalan Ampera

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:34

Paguyuban Tak Pernah Ideal, Tapi Harus Berdampak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:52

Selengkapnya