Akhirnya bekas petenis putri nomor satu dunia, Caroline Wozniacki sukses menyandang gelar juara tahun 2014. Keberhasilan meraih gelar WTA kali ini merupakan yang ke 22 sejak debutnya pada tahun 2005.
Berkat kemenangan pertama musim ini pula Wozniacki telah menepis anggapan yang menyebut kualitas bermainnya telah menurun.
Petenis asal Denmark ini membuktikan ketangguhannya dengan menghempaskan Roberta Vinci di babak final WTA Istanbul Cup 2014, kemarin. Wozniacki yang menempati peringkat 15 dunia ini berhasil menang mudah dengan skor telak, 6-1, 6-1.
Pada pertandingan yang berdurasi satu jam tujuh belas menit itu, Wozniacki tampil begitu konsisten. Dalam pertemuan kali ini Wozniacki seperti mengembalikan gelar ratu tenis pada tahun 2010.
Pada set pertama dia sama sekali tidak memberikan peluang kepada Vinci. Lawannya yang berusia 31 tahun itu dibuat kelabakan menghalau bola. Banyak skor raihan Wozniacki didapat atas point gratis akibat lantaran Vinci sering membuat kesalahan sendiri.
Memasuki set kedua tidak ada perubahan signifikan. Perlawanan Vinci yang mengandalkan
smash tak berarti sama sekali. Bahkan, petenis Italia itu terus didikte sampai pertandingan kelar. Skor nyaris
love game seperti set pertama terulang kembali diciptakan Wozniacki di set kedua sekaligus menutup pertandingan yang mengantarkan kemenangan bagi petenis 24 tahun ini.
“Saya senang memenangi gelar WTA kembali. Ini benar-benar momen terindah. Saya mendapat kebahagiaan yang luar biasa,†kata Wozniacki dikutip
SkySports.
Petenis bertinggi 177 cm itu tercatat sudah meraih gelar WTA 22 kali. Tiga kali pada tahun 2008, 2009, enam kali pada 2010, 2011, dua kali pada tahun 2012, sekali pada tahun 2013, dan menang lagi pada 2014.
Di pihak lain, Vinci tidak menampik penampilannya kali ini memang kalah jauh dari lawannya. Dia mengakui kekalahannya akibat terlalu sering melakukan kesalahan saat bertanding.
“Saya berusaha bermain agresif seperti biasanya tetapi saya membuat banyak kesalahan. Rasanya amat berat melawan Caroline karena ia mampu memukul ke berbagai arah di lapangan,†ujarnya.
Laga kali ini merupakan pertemuan ketiga Wozniack dan Vinci. Pada dua pertemuan sebelumnya, Caroline tidak pernah menang menghadapi serangan Vinci. ***