Berita

Jenderal Sutarman

Wawancara

WAWANCARA

Jenderal Sutarman: Ada Enam Step Yang Dilakukan Polri Bila Setelah Penetapan Pilpres Rusuh

SENIN, 21 JULI 2014 | 09:27 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Besok, Selasa (22/7), Polri menurunkan lebih dua ribu personel untuk mengamankan Gedung KPU saat pengumuman hasil pilpres.

“Kalau selama ini kami siap­kan tiga lapis, saat pengumuman ada empat lapis. Lapis satu di dalam gedung, diikuti ring beri­kutnya sampai ring empat. Bah­kan, TNI sudah didekatkan ke sana,” ujar Sutarman kepada Rak­yat Merdeka di Gedung Mah­kamah Konstitusi (MK), Jakarta, Jumat (18/7).

Menurut Kapolri, pihaknya akan melakukan penjagaan mak­simal untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan.


’’Diharapkan pengumuman pe­menang Pilpres 2014 berlang­sung tertib dan aman,’’ ujarnya.

Berikut kutipan selengkapnya;

Bagaimana kalau rusuh?
Kalau terjadi rusuh, Polri sudah punya Prosedur Tetap (Protap), mulai dari step pertama sampai step keenam.

Step pertama yang soft tanpa peralatan apapun. Step kedua sampai keenam dengan penggu­naan senjata peluru karet. Peluru­nya siap. Tapi kami berharap, tidak ada rusuh. Mudah-mudahan semua aman, nggak ada masalah.
 
Apa semua personel  berse­ragam?
Di dalam Gedung KPU ada yang tidak berseragam. Di luar semua petugas berseragam.

Berapa personel disiagakan seluruh Indonesia?
Di seluruh Indonesia, kami menyiagakan 254.088 personel. Semua wilayah jadi prioritas keamanan, dan sudah disiapkan sampai level kontingensi (da­rurat).

Bagaimana persiapan pe­ngamanan di daerah rawan konflik?

Semua wilayah jadi prioritas. Sampai sekarang, kotak suara pun masih diamankan anggota kami.

Mengenai potensi teror, bagaimana analisa Polri?
Sejauh ini belum ada. Pelaku teroris yang bekerja di Indonesia sudah dilumpuhkan.

Apa ada pihak asing yang ‘membonceng’ keamanan pe­ngu­muman pilpres?
Tidak ada.

Apa saran Polri untuk para elite?
Bila sudah ditetapkan dan masih ada persoalan atas kepu­tusan itu, kami mengimbau untuk mengam­bil langkah berikutnya, yakni me­ngajukan gugatan seng­keta pe­milu ke MK. Itu mekanismenya. Ini pesta rakyat un­tuk memilih calon-calon pe­mim­pinnya. Bila sudah terpilih secara yuridis dan ditetap­kan se­bagai pemenang, maka yang tadi­nya jadi rival harus sama-sa­ma mendukung. Ini pemimpin kita lima tahun ke depan. ***

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

Mengenal Bupati Rejang Lebong M Fikri yang Baru Terjaring OTT

Selasa, 10 Maret 2026 | 06:15

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

UPDATE

Prabowo Cap Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis Sebagai Aksi Terorisme

Kamis, 19 Maret 2026 | 20:16

Motif Penyerang Aktivis KontraS Inisiatif atau Perintah Atasan?

Kamis, 19 Maret 2026 | 20:15

Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 Hijriah Jatuh pada 21 Maret 2026

Kamis, 19 Maret 2026 | 19:51

Pemerintah Siapkan Skema WFH PNS hingga Swasta, Berlaku Usai Idulfitri

Kamis, 19 Maret 2026 | 19:24

Waspada, Ratusan Suspek Virus Campak Ditemukan di Sumut

Kamis, 19 Maret 2026 | 19:20

Hilal 1 Syawal Belum Terlihat di Jawa Barat

Kamis, 19 Maret 2026 | 19:07

Bank Mandiri Berangkatkan Lebih dari 10.000 Pemudik Lebaran 2026

Kamis, 19 Maret 2026 | 19:05

Megawati Curhat ke Prabowo Lawatan di Arab Saudi dan UEA

Kamis, 19 Maret 2026 | 18:42

MUI: Jangan Paksakan Idulfitri Berbarengan

Kamis, 19 Maret 2026 | 18:29

MUI Imbau Umat Tunggu Hasil Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H

Kamis, 19 Maret 2026 | 17:41

Selengkapnya