Pemasangan pompa air di Waduk Melati telah masuk dalam tahap perencanaan.
Demikian dikatakan Wakil Presiden Direktur merangkap Chief Operating Officer Jakarta PT Intiland Tbk, Suhendro Prabowo melalui keterangan tertulis yang diterima Rakyat Merdeka Online siang ini (Rabu, 16/7).
Jelas Suhendro, Intiland sudah melakukan analisa kapasitas pompa air untuk antisipasi banjir hingga 25 tahun ke depan. Diharapkan, Waduk Melati dapat menjadi area tangkapan air di wilayah Jakarta Pusat sehingga banjir bisa dicegah memasuki kawasan Jalan Sudirman dan M.H Thamrin, Jakarta Pusat. Suhendro mengimbau Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bisa meningkatkan kapasitas Waduk Melati.
"Kami menyanggupi permintaan tersebut. Sekarang sedang masuk dalam tahap perencanaan," kata Suhendro.
Dalam tahap perencanaan ini, Suhendro menjelaskan, pihaknya tengah mencari tahu berapa besaran investasi yang harus dikeluarkan untuk proyek itu, terutama jumlah pompa yang harus dibeli.
"Ya sekarang kita lagi hitung-hitungan lah. Ini kan pakai program CSR (
corporate social responsibility) kita. Jadi kita lagi rencanakan, mau ada berapa pompa, mau dipasang di mana saja dan berapa biayanya?," paparnya.
Ia sendiri belum dapat memastikan kapan tahap perencanaan itu dapat diselesaikan. Namun ia berjanji pengerjaan Waduk Melati bisa segera memasuki tahap pemasangan pompa air. Sejak awal PT Intiland ingin memasang pompa air yang dapat menahan banjir hingga 100 tahun ke depan.Sayang, biaya yang dibutuhkan sangat besar.
"Ternyata pompa air yang mampu mengantisipasi banjir hingga 50 tahun atau 100 tahun biaya investasinya mahal. Makanya kami ambil yang 25 tahun saja," tuturnya.
[wid]