Berita

Mari Elka Pangestu

Wawancara

WAWANCARA

Mari Elka Pangestu: Wisatawan Asing Tak Khawatir Keamanan Saat Pileg & Pilpres

JUMAT, 11 JULI 2014 | 09:13 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Hingar bingar Pilpres pada 9 Juli lalu tidak membawa dampak negatif terhadap kunjungan wisatawan asing ke Indonesia.

“Mereka tidak khawatir dengan kondisi keamanan di Indonesia,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu, kepada Rakyat Merdeka usai buka puasa bersama di Kementerian Perdagangan, Selasa (8/7).

Sebab, lanjut Mari Elka Pangestu, wisatawan asing itu percaya dengan Indonesia yang setiap menggelar pemilu selalu berjalan dengan aman dan lancar.


“Makanya jumlah wisatawan asing meningkat dalam periode Januari sampai Mei 2014,’’ ujarnya.

Berikut kutipan selengkapnya;

Bagaimana dengan menjelang pilpres?
Kami tidak melihat ada pengaruh dari pilpres terhadap kunjungan wisata. Sebab, Indonesia sudah terbukti menggelar pileg dan pilpres beberapa kali dengan aman dan lancar. Wisatawan asing maupun lokal tetap melakukan perjalanan ke berbagai tempat di Indonesia. Mereka tidak khawatir adanya gangguan keamanan.

Berapa jumlah peningkatan wisatawan?
Jumlahnya terus meningkat  dari Januari sampai Mei. Ada kenaikan sekitar 10 persen tahun ini. Tahun lalu jumlahnya sekitar 8,8 juta wisatawan. Tahun ini diperkirakan akan mencapai 9,3 sampai 9,5 juta wisatawan asing.

Sedangkan untuk wisatawan dalam negeri, tahun lalu ada 250 juta perjalanan. Sebanyak 125 juta orang Indonesia melakukan perjalanan dua kali setahun dan pertumbuhannya sebanyak tiga persen.

Berapa target wisatawan tahun depan?
Targetnya jumlah kunjungan wisata asing ke berbagai obyek wisata di Indonesia sebanyak 10 juta orang.

Apa wisatawan asing dari berbagai negara jumlahnya meningkat?
Tidak semua. Ada beberapa wisatawan dari Jepang, Thailand, dan Rusia mengalami penurunan selama periode Januari- Mei 2014. Ini terjadi karena krisis domestik di masing-masing negara itu.

Di Jepang sedang terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi. Begitu juga di Thailand dan Rusia yang kondisi politiknya sedang tidak stabil.

Penurunannya berapa?
Kunjungan wisatawan Jepang  2,98 persen. Sementara wisatawan asal Thailand turun 0,3 persen, dan turis asal Rusia turun 8,85 persen.

Apa tindakan Anda?

Tentunya akan kami pikirkan dan pelajari situasi di negara-negara tersebut. Kami cari strategi yang tepat agar mereka dapat berpergian lagi ke Indonesia.

Bagaimana dengan pengamanan di tempat wisata?
Pengamanan sudah pasti kami lakukan. Tidak hanya di musim Pilpres. Sudah ada proses koordinasi dengan pihak terkait untuk menjaga keamanan di destinasi utama saat membludaknya jumlah wisatawan seperti liburan di hari raya.

Diantaranya pengamanan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Kebun Raya Bogor, dan Ragunan Jakarta yang biasanya dipadati pengunjung.

Bagaimana dengan persiapan menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015?
Persiapan yang utama adalah Sumber Daya Manusia (SDM). Sebab hanya pekerja profesional yang boleh bekerja di ASEAN. Untuk sektor pariwisata ada 32 pekerjaan sudah ada standarnya. Di antaranya bartender, pemandu wisata dan pelayan di tempat wisata. Kami juga sudah sertifikasi 60 ribu orang dari industri.

Perlu meningkatkan daya saing produk Indonesia, caranya bagaimana?

Harus memiliki branding yang kuat, sehingga mudah dikenali konsumen.
Kualitasnya juga perlu ditingkatkan untuk menjaga serbuan dari produk-produk asing yang diperkirakan semakin masif tahun depan. Kami sudah memberikan pembekalan kepada pelaku usaha untuk memiliki branding yang kuat dan menjaga kualitas. ***

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Pengamat Ingatkan AI hanya Alat Bantu, Bukan Pengganti Manusia

Sabtu, 07 Februari 2026 | 10:15

Menelusuri Asal Usul Ngabuburit

Sabtu, 07 Februari 2026 | 10:15

Din Syamsuddin: Board of Peace Trump Bentuk Nekolim Baru

Sabtu, 07 Februari 2026 | 10:01

Sambut Tahun Kuda Api, Ini Jadwal Libur Imlek 2026 untuk Rencanakan Kumpul Keluarga

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:52

Cadangan Devisa RI Menciut Jadi Rp2.605 Triliun di Awal 2026

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:47

Analisis Kebijakan MBG: Antara Tanggung Jawab Sosial dan Mitigasi Risiko Ekonomi

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:41

ISIS Mengaku Dalang Bom Masjid Islamabad

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:31

Dolar AS Melemah, Yen dan Pound Terdampak Ketidakpastian Global

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:16

Golkar: Indonesia Bergabung ke Dewan Perdamaian Gaza Wujud Politik Luar Negeri Bebas Aktif

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:01

Wall Street Perkasa di Akhir Pekan, Dow Jones Tembus 50.000

Sabtu, 07 Februari 2026 | 08:52

Selengkapnya