Berita

Jenderal Sutarman

Wawancara

WAWANCARA

Jenderal Sutarman: Dengan Kedewasaan Masyarakat, Tak Akan Terjadi Konflik Di Pilpres

RABU, 09 JULI 2014 | 09:26 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Polri menerjunkan 1.220.000 personel untuk mengawal jalannya Pemilihan Presiden (Pilpres) yang dilaksanakan hari Rabu (9/7) ini.

Dengan rincian personel Polri sebanyak 254. 880 orang. TNI yang inside langsung mempertebal lebih dari 23 ribu personel. Standby Force 35 ribu, dan Linmas 900 ribu lebih.

Demikian disampaikan Jenderal Sutarman, kepada wartawan, di Gedung DPR, Senin (7/7) malam. “Dengan melakukan berbagai persiapan pengamanan selama ini. Kepolisian siap mengawal jalannya Pilpres sampai pergantian Presiden dan Pemerintahan selesai,” paparnya.


Berikut kutipan selengkapnya;

Berarti Polri sudah siap amankan pilpres?

Sudah siap. Saya sudah minta ke Panglima TNI untuk mensiagakan personel TNI, dan yang sudah inside bersama kami untuk mempertebal ada 23 ribu pasukan. Semuanya sudah sampai ke daerah-daerah sampai ke PPS.

Adakah keamanan ekstra di Jakarta?
Ada lima titik pengamanan yang kami lakukan. Tujuannya untuk mengantisipasi. Pasukan juga sudah siap untuk melakukan penanganan.

Titiknya di mana saja?
Ada di kawasan Bulungan (Jakarta Selatan), di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), di Jakarta Timur, ada di Jakarta Utara dan di Satuan Brimob yang ada di Jakarta dan sekitarnya.

Bagaimana dengan pengamanan obyek vital?
Tempat vital juga menjadi fokus pengamanan kami. Kepolisian dan TNI mengerahkan sejumlah pasukan untuk mempertebal pengamanan proyek-proyek vital.

Bagaimana antisipasi ancaman di daerah?
Semua itu sudah kita siapkan. Mudah-mudahan sekecil apa pun informasi yang kita terima, kami akan olah di Mabes Polri. Kemudian saya memberikan instruksi ke daerah seperti di Papua. Saya langsung instruksikan ke Kapolda Papua.

Kalau misalnya di Papua kekurangan kekuatan, kami pun sudah punya titik-titik.

Mungkin saya akan dorong dari Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat atau Kalimantan Timur. Bisa juga saya dorong dari Sulawesi Utara yang paling dekat.

Sudah diterjunkan personel ke sana?

Untuk di Papua kami sudah memberangkatkan anggota sejak H-7. Anggota kami sudah siap melakukan pengamanan demi kelancaran jalannya pemilu.

Bagaimana dengan sanksi bagi yang mengajak masyarakat untuk golput?
Semua pelanggaran Undang-undang (UU) apa pun itu pasti akan kami terima.

Kalau dia mengajak seperti itu dan memang ada pelanggaran Undang-Undang, tentu kita akan tindak.

Apakah klaim kemenangan dari kedua kubu bisa  menimbulkan konflik?
Itu adalah bagian informasi yang kita tindaklanjuti, dan kami memerlukan kesiapan personel kami. Mudah-mudahan dengan kesiapan petugas kita dan dengan kedewasaan masyarakat tidak akan terjadi konflik.

Mudah-mudahan tidak terjadi konflik. Kami dan siapapun pasti menginginkan pemilu berjalan dengan aman, lancar dan tertib. ***

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya