Berita

Hukum

Perusahaan Nazaruddin Raup Fee 3-5 Persen dari Tiap Proyek Pemerintah

SENIN, 07 JULI 2014 | 15:32 WIB | LAPORAN:

PT Pasific Putra Metropolitan (PPM) yang dikomandoi Muhammad Nazaruddin juga bermain di sejumlah proyek pemerintah. Anak perusahaan Permai Group itu juga bermain dalam proyek yang dilakukan oleh Departemen Kesehatan (Depkes).

"Depkes kerjasama dengan Kimia Farma untuk fisik, untuk ITS dia juga ada. Yang tandem Pasifik Metropolitan
Teaching Hospital, Mahkota Negara-PP mungkin," kata bekas Direktur Utama (Dirut) PT PPM, Clara Mauren saat bersaksi dalam sidang lanjutan terdakwa Anas Urbaningrum di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (7/7).

Selain itu, Clara bilang, PT PPM juga memegang proyek pengadaan laboratorium Universitas Negeri Malang yang nilai proyeknya Rp 50 miliar. Pengadaan laboratorium dan gedung rumah sakit pendidikan di Universitas Brawijaya sebesar Rp 60 miliar. Lalu, laboratorium pembangunan RS pendidikan Universitas Mataram Rp 5 miliar.

Selain itu, Clara bilang, PT PPM juga memegang proyek pengadaan laboratorium Universitas Negeri Malang yang nilai proyeknya Rp 50 miliar. Pengadaan laboratorium dan gedung rumah sakit pendidikan di Universitas Brawijaya sebesar Rp 60 miliar. Lalu, laboratorium pembangunan RS pendidikan Universitas Mataram Rp 5 miliar.

"Laboratorium pembangunan RS pendidikan dan pariwisata Universitas Udayana Rp 50 miliar dan proyek pembangunan Rektorat Malang Rp 40 miliar," kata Clara merinci.

Clara juga mengatakan, dari setiap proyek itu, perusahaannya mendapatkan fee sebesar 3-5 persen.

"Untuk 18 persen itu biasanya fee proyek untuk fisik. 18-20 persen untuk fisik," lanjut dia.

Salah seorang Jaksa KPK lalu menanyakan ke Clara mengenai kaitan Anas Urbaningrum dalam sejumlah proyek itu.

"Saya tak tahu pasti peran Anas," akuinya.

"Tapi di BAP anda sebut setiap proyek secara umum Anas adalah orang yang membantu memperlancar proyek?," tanya Jaksa lagi.

"Itu bahasa dari atasan seperti itu," terang dia sembari menyebut bahwa atasannya saat itu Mindo Rosalina Manulang alias Rosa.[wid]

 

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Wall Street Hijau Berkat Inflasi AS Melandai

Rabu, 15 Juli 2026 | 08:16

Danantara Dorong Hilirisasi Mineral untuk Wujudkan Indonesia Pemain Utama Global

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:55

AS Serang Iran dan Tutup Akses Pelabuhan di Selat Hormuz

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:40

Logam Mulia Melesat Didorong Melandainya Inflasi AS, Emas Tembus 4.000 Dolar AS

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:20

Bursa Eropa Rebound, Inflasi AS Melandai Redakan Kekhawatiran Investor

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:11

PFI Dukung Zakat Jadi Pengurang Pajak

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:52

Kuliner Viral Hair Croissant Tak Bisa Disertifikasi Halal

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:21

Prancis Mati Kutu

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:05

Karyawan BUMN Bakal Diwajibkan Salurkan Zakat Lewat Baznas

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:37

TPPU Bukan soal untuk Apa Uangnya, tapi soal Asal Usulnya

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:34

Selengkapnya