Berita

Hukum

Masih Tak Jelas, Duit Kongres dari Perusahaan Nazaruddin Menangkan Anas

SENIN, 07 JULI 2014 | 14:15 WIB | LAPORAN:

Bekas Manajer Marketing PT Anugrah Nusantara, Clara Mauren mengakui ada uang dari perusahaannya mengalir ke Kongres Partai Demokrat (PD) yang berlangsung di Bandung tahun 2010 lalu.

"Saya pas datang ke ruang keuangan ngeliat mereka lagi ngepak-ngepak uang di dalam kardus. Di ruang keuangan lantai tiga, di kantor Mampang," kata Clara saat bersaksi dalam sidang lanjutan terdakwa Anas Urbaningrum di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (7/7).

Clara tak mengetahui secara pasti berapa jumlah uang itu. Begitu pula, tentang duit tersebut pecahan dolar atau rupiah dan berasal dari mana. Yang dia tahu, uang tersebut di kirim ke Bandung untuk keperluan Kongres Demokrat.


"Saya lihat belum dikirim masih di kardus dan uang itu akan dikirim pake mobil. Ada mobil operasional kantor dipakai. Ada fortuner, CRV untuk dikirim ke Bandung," terang dia.

Clara mengaku tahu tujuan duit itu setelah diberitahu oleh atasannya Yulianis. Adapun Yulianis diketahui menjabat sebagai Wakil Direktur Keuangan PT Anugrah Nusantara.

"Iya. Karena waktu itu saya mau pengajuan uang. Dia (Yulianis) bilang sedang siapkan uang untuk keperluan kongres. Begitu bahasanya," ulasnya.

Saat disinggung apakah uang tersebut untuk memenangkan Anas Urbaningrum sebagai ketua umum (ketum) dalam kongres itu, Clara mengaku tak mengetahuinya. Seperti diketahui, saat itu ada tiga kandidat ketum yang maju. Selain Anas, ada Marzuki Alie dan Andi Alifian Mallarangeng.

"Saya tidak tahu pasti (untuk siapa). Ya saat itu untuk pemilihan ketua umum," demikian bekas Dirut PT Pasific Putra Metropolitan itu.[wid]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Wall Street Hijau Berkat Inflasi AS Melandai

Rabu, 15 Juli 2026 | 08:16

Danantara Dorong Hilirisasi Mineral untuk Wujudkan Indonesia Pemain Utama Global

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:55

AS Serang Iran dan Tutup Akses Pelabuhan di Selat Hormuz

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:40

Logam Mulia Melesat Didorong Melandainya Inflasi AS, Emas Tembus 4.000 Dolar AS

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:20

Bursa Eropa Rebound, Inflasi AS Melandai Redakan Kekhawatiran Investor

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:11

PFI Dukung Zakat Jadi Pengurang Pajak

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:52

Kuliner Viral Hair Croissant Tak Bisa Disertifikasi Halal

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:21

Prancis Mati Kutu

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:05

Karyawan BUMN Bakal Diwajibkan Salurkan Zakat Lewat Baznas

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:37

TPPU Bukan soal untuk Apa Uangnya, tapi soal Asal Usulnya

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:34

Selengkapnya