Mantan Manajer Marketing PT Anugerah Nusantara, Clara Maureen ngaku disetir Muhammad Nazaruddin. Dia diarahkan Nazaruddin untuk mengatakan bahwa cek pembelian mobil Toyota Harrier menggunakan uang terkait proyek Hambalang. Padahal, kenyataannya uang atau cek dikeluarkan dari PT Pacific Putra Metropolitan.
"Jadi sebelum saya dipanggil KPK, Pak Nazar pernah panggil saya di Mako Brimob menjelaskan ada cek saya terkait Anas. Waktu itu Pak Nazar langsung mengarahkan saya mengatakan cek itu dari Hambalang," kata Clara saat bersaksi dalam sidang lanjutan Anas Urbaningrum di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (7/7).
Menurut Clara, cek yang diberikan saat itu kosong. Tapi, sudah dibubuhi tandatangan dia. Ternyata, cek tersebut yang belakangan diserahkan Nazar ke KPK dan menyebutkan bahwa itu digunakan untuk membeli Harrier.
"Saya baru tahu saat di Mako Brimob dan diperiksa oleh pihak KPK kalau ternyata cek saya terkait pemberian Harrier," sambung dia.
Jaksa penuntut umum KPK langsung membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) terkait dengan pembayaran Rp 520 juta yang dikeluarkan oleh PT Pasific Putra Metropolitan untuk pembelian Toyota Harrier.
"Dalam BAP saudara menjawab, saya tidak tahu pemberian Toyota Harier pada tahun 2009 untuk Anas Urbaningrum yang membayarnya dengan menggunakan cek 520 juta yang dikeluarkan PT Pasific Putra Metropolitan namun dari pemberitahuan Pak Nazaruddin saya baru tahu bahwa pembayaran Harrier di antaranya dibayar lewat cek yang saya tandatangan atas nama PT Pasific Putra Metropolitan," kata Jaksa Yudi Kristiana.
Clara yang merupakan Direktur Utama PT Pasific Putra Metropolitan membenarkan hal tersebut. "Iya‎ betul pak," jawabnya.
Sementara itu, saat dicecar Anas soal apakah cek tersebut berasal dari PT Adhi Karya, Clara membantahnya. Menurutnya, uang tersebut berasal dari PT PP.
"Pada 2009 uang itu dari PP, untuk mengerjakan proyek Universitas Airlangga( Unair). Saya sudah kasih lihat KPK dari UNAIR bukan Hambalang," terang dia.
Anas kemudian kembali bertanya kenapa Nazar mengarahkan dirinya agar menyebut uang tersebut dari PT Adhi Karya.
"Saya enggak tahu dia mikirnya darimana, tapi suapaya cepat biasanya begitu," tandas Clara.
[wid]