Berita

ilustrasi/net

Dukungan Undecided Voters Pengaruhi Elektabilitas Capres

SENIN, 07 JULI 2014 | 09:13 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Menjelang pemilihan presiden yang kian dekat, banyak massa mengambang yang akhirnya memutuskan pilihan.

Swing voters memang selama ini menunggu dan memprtimbangan sebaik-baiknya. Pilihan mereka pun akhirnya mempengaruhi kenaikan elektabilitas masing-masing pasangan capres

"Kenaikan di kedua pasangan calon disebabkan mulai memilihnya para undecided voters pada survei kedua," kata dosen Fisipol Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten, Leo Agustino, beberapa saat lalu (Senin, 7/7).


Merujuk pada beberapa survei lembaga survei berwibawa dan terpercaya, yang dilakukan mulai awal Mei hingga akhir Juni, Leo pun menyimpulkan pasangan Jokowi-JK masih unggul dibanding pasangan Prabowo-Hatta. Dukungan kepada nomor urut satu memang meningkat, namun dukungan pada nomor urut dua juga naik signifikan.

Contoh survei yang dilakukan oleh LSI. Pada survei pertama 1-9 Mei, pasangan nomor urut satu hanya memeroleh 22,75 persen, sementara nomor dua mendapat 35,42 persen. Pada survei kedua 1-9 Juni, persentase suara pasangan nomor urut satu meningkat menjadi 38,7 persen. Dan pasangan dua juga meningkat menjadi 45 persen.

Menurut dia, selisih yang cukup lebar seperti tersebut di atas disebabkan beberapa faktor. Di antaranya, prestasi yang ditorehkan Jokowi di Solo dan keberhasilannya mengubah wajah Jakarta; pasangan nomor dua ini jauh dari persepsi terlibat kasus korupsi; kesederhanaan dan kemauan Jokowi untuj mendengar keluh-kesah warga; dan ketegasannya yang nampak melalui kebijakan yang pernah dilaksanakan di Solo maupun Jakarta. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya