Berita

jokowi/net

Blusukan Jokowi Jadi Pondasi Kepercayaan Rakyat dan Pemimpin

SABTU, 05 JULI 2014 | 17:47 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Secara resmi, kampanye pilpres berakhir hari ini. Selama masa kampanya, blusukan dan kepemimpinan untuk rakyat merupakan dua atribusi terpenting bagi calon presiden Joko Widodo.

"Disinilah kita paham, mengapa Jokowi lebih suka berada di tengah rakyat. Itulah atribusi yang sebenarnya. Jokowi berada di hati rakyat," ujar kata peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Jaleswari Pramodhawardani, beberapa saat lalu (Sabtu, 5/7).

Berdasarkan hasil analisis melalui inteligent management media (IMM), menurut Jaleswari, rakyat menilai positif blusukan yang dilakukan Jokowi. Sebab blusukan menjadi sarana efektif untuk menjadi pondasi kepercayaan antara rakyat dan pemimpinnya. Blusukan juga menghadirkan kekuasaan di pintu-pintu rakyat.


"Bahkan dengan blusukan, Pak Jokowi memiliki bekal terhadap gambaran riil rakyat Indonesia untuk diperjuangkan, khususnya di dalam merubah kemiskinan, kebodohan dan perasaan diperlakukan tidak adil," papar Jaleswari.

Selain blusukan, hal yang paling diingat terhadap Jokowi adalah model kepemimpinnanya yang partisipatoris, namun tegas ketika mengambil keputusan.

"Kemampuannya menertibkan pasar Tanah Abang, reformasi anggaran untuk kesejahteraan rakyat dan PNS, serta kemampuannya di dalam menyelesaikan masalah tanpa masalah telah menjadi identitas kuat terhadap kepemimpinan Jokowi," lanjut Jaleswari.

Masih kata Jaleswari, lebih dari 82 persen responden menyatakan puas atas cara-cara Jokowi menangani relokasi warga yang tinggal di Waduk Pluit. Sentuhannya sangat manusiawi dan rakyat merasa diperlakukan dengan penuh kehormatan, dan tidak seperti pemimpin lain yang baru turun menjelang kampanye. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya