Berita

ilustrasi/net

Debat Terakhir Capres Benar-benar Dinantikan Publik

SABTU, 05 JULI 2014 | 16:48 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Debat terakhir capres-cawapres dengan tema pangan, energi, dan lingkungan akan sangat menarik. Sebab publik mau melihat komitmen capres-cawapres dalam memberantasan mafia pangan dan mafia energi yang selama ini banyak merusak perekonomian serta perpolitikan nasional.

"Selama mafia pangan dan migas belum bisa diberantas, maka jangan pernah mimpi untuk menjadikan Indonesia berdaulat di bidang pangan dan energi," kata ekonom dari Megawati Institute, Iman Sugema, beberapa saat lalu (Sabtu, 5/7).

Menurut Imam, diperlukan solusi nyata terhadap masalah mafia impor yang juga menyangkut kepentingan bisnis besar dan pendanaan politik. Sebab persoalan pokok masalah pangan dan migas Indonesia saat ini terletak pada kepentingan parpol atau oknum parpol untuk melanggengkan mafia pangan dan impor.


"Pada titik ini menjadi penting untuk melihat bagaimana komitmen gerbong koalisi pendukung capres-cawapres yang gemuk terkait hal itu. Apalagi, semisal, elite di salah satu partai pendukung pasangan capres-cawapres nomor urut satu terbukti terlibat dalam korupsi impor sapi," ungkap Imam.

Iman Sugema sendiri memprediksi bahwa kubu Prabowo-Hatta akan sedikit terbebani ketika berbicara soal hal itu akibat track record parpol di koalisinya. Berbeda dengan kubu Jokowi-JK yang kemungkinan besar akan tampil tanpa beban. Apalagi, Jokowi-JK memiliki gagasan bahwa sektor pangan dan energi akan menjadi skala prioritas terpenting untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan rakyat.

"Kita tunggu saja. Yang pasti, masalah mafia impor pangan dan mafia impor migas akan menjadi topik menarik yang ditunggu masyarakat," tandasnya. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya