Berita

tb hasanuddin/net

TB Hasanuddin: Prijanto Harusnya Waspadai Ekstrim Kanan Bila Mau Gunakan Paradigma Orba

SABTU, 05 JULI 2014 | 15:59 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

.Tudingan Mayjen TNI (Purn) Prijanto dalam tayangan dialog kabar pagi TV One pada 30 Juni 2014, bahwa PDI Perjuangan diduga menjadi sarang komunis sangat tidak benar dan tidak berdasar. PDI Perjuangan justru partai yang sangat berpegang teguh pada ideologi Pancasila secara konsekuen.

Demikian disampaikan politisi PDI Perjuangan, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin. Bila pun ada kader PDI Perjuangan yang keturunan dari keluarga mantan komunis, lanjut TB Hasanuddin, memang PDI Perjuangan adalah partai yang sangat terbuka, dan siapa pun bisa bergabung asal mau berjuang dalam paltform partai untuk kepentingan dan kesejahteraan rakyat.

"Dan tidak mustahil di partai lain pun banyak kader yang keturunan mantan keluarga PKI," kata TB Hasanuddin beberapa saat lalu (Sabttu, 5/7).


Berbicara soal ideologi komunis, TB Hasanuddin menegaskan bahwa komunis internasional juga sudah collaps. Misalnya saja di Rusia, ideologi komunis sudah goyah setelah ada gagasan perestroika and glasnost dari Mikhail Gorbachev. Hal yang sama juga terjadi di Tiongkok, dan kini Tiongkok sudah menjadi negara modern yang tidak lagi mengaplikasikan sistem komunis dalam sistem ekonominya.

"Kalau yang melakukan hubungan dengan Partai Komunis Tiongkok, itu bukan hanya PDI Perjuangan. Banyak partai lain juga melakukan hubungan dan berkomunikasi dalam konteks hubungan internasional yang merupakan bagian dari diplomasi bangsa dan negara," ungkap TB Hasanuddin, yang juga Wakil Ketua Komisi I DPR

Kalau mau  menggunakan pola pikir yang sempit dan sederhana, lanjut TB Hasanuddin, mengapa juga TNI melakukan latihan barsama dengan Tiongkok. Bahkan Indonesia membeli alat utama sistem senjata bikinan dari Tiongkok, Rusia dan negara-negara "komunis" lainnya

TB Hasanuddin pun menegaskan, bila  Priyanto mau menggunakan paradigma ABRI di era Orba, maka yang harus ditakuti saat ini bukan komunis atau ekstrem kiri. Prijanto justru harus mewaspadai kelompok ekstrim kanan yang mau mengubah NKRI menjadi Negara Islam Indonesia.

"Inilah ancaman di depan mata kita kalau mau menggunakan paradigma Orde Baru yang disampaikan Prijanto. Maka menggunakan pikiran Prijanto, kalau tahun 1948 ancaman berasal dari ekstrim kiri (PKI), pada tahun 1963 dari esktrim kanan (DI/TII) dan pada tahun 1965 dari ekstrim kiri lagi, maka sekarang ancaman datang dari ekstrim kanan lagi," kata TB Hasanuddin, sambil mengatakan bahwa ia sendiri tak mau menggunakan paradgima ABRI di era Orba lagi

"Mari kita gunakan logika yang waras dalam menganalisa sebuah persoalan bangsa. Jangan hanya untuk kepentingan melulu, lalu saling menghantam dan saling menjelekkan. Padahal yang bersangkuan sendiri (Prijanto) diusung menjadi Wakil Gubernur DKI juga karena dorongan PDI Perjuangan," demikian TB Hasanuddin. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya