Berita

ilustrasi/net

Catat, 98 Persen Serangan di Sosial Media Dihembuskan untuk Jokowi

SABTU, 05 JULI 2014 | 14:03 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Berdasarkan data dari sosial media, serangan kepada Jokowi mendacapi 98 persen. Serangan ini dilakukan dengan menggunakan 27 isu negatif dan bahkan fitnah.

"Namun Alhamdullilah, elektabilitas Jokowi tidak tergoyahkan. Rakyat semakin cerdas dan loyal ke Jokowi karena gagasan yang membumi tentang Indonesia," kata Jurubicara Jokowi-JK, Hasto Kristiyanto, beberapa saat lalu (Sabtu, 5/7).

Pernyataan Hasto ini untuk menanggapi anggota Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Johannes Suryo Prabowo. Misalnya Suryo membuat persepsi, dengan tanpa data sama sekali, seakan-akan pihak Jokowi melakukan serangan sementara pihanya menjadi korban.


"Menjelang  hari tenang ini, saya sarankan Suryo Prabowo lebih banyak bicara dengan data," kata Hasto, yang juga menyoroti pernyataan Suryo Prabowo, yang mengimbau masyarakat untuk mencari pemimpin yang dibenci, ditakuti, atau dicacimaki asing, sebagaimana Bung Karno, dengan tujuan menyudutkan Jokowi.

"Pernyataan itu hanya akal-akalan saja. Seharusnya Suryo Prabowo paham, siapa yang justru bekerjasama dengan asing dan menjadi bagian dari kekuatan PRRI Permesta. Itu harusnya contoh yang dipakai untuk kerjasama asing," katanya.

Apabila Suryo Prabowo ingin mengesankan Jokowi sebagai pemimpin yang bekerja sama dengan asing, maka Hasto meminta publik mengingat bagaimana tegasnya Jokowi menolak bantuan Bank Dunia. Termasuk sikap tegasnya untuk mengambil alih kepemilikan perusahaan asing dari PT Palyja, perusahaan air yang selama ini dimilih perusahaan asing.

"Itu adalah bukti nyata, bukan sekedar kecap. Itu adalah fakta dan data yang selama ini tak pernah disampaikan Suryo Prabowo," demikian Hasto. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya