Berita

sulthan fatoni/net

Imsak: Pemanasan Sebelum Kick Off

SABTU, 05 JULI 2014 | 09:18 WIB | OLEH: MUHAMMAD SULTON FATONI

DEMAM piala Dunia tak mengganggu keasikan masyarakat muslim Indonesia berpuasa Ramadhan. Dinihari itu seisi keluarga nonton pertandingan antara Brasil versus Columbia. Menjelang kick off babak pertama, tampak kedua tim melakukan pemanasan dengan menggerak-gerakkan bagian tubuhnya, baik saat di ruang ganti maupun di lapangan sebelum pluit dibunyikan. Suasana makin gemuruh, dan..."priiiiiittt!" Permainan dimulai.  
 
Detik demi detik tontonan bola di atas mirip dengan aturan main waktu puasa Ramadhan. Kita sering mendengar suara, "Imsaaaakk...imsaaakk". Suara Toa bersaut-sautan antar musolla satu dengan musolla yang lain, mesjid satu dengan mesjid yang lain. Waktu suara "imsak" setiap menjelang pagi nyaris bersamaan dan seakan ada satu komando yang mengintruksikan untuk mengulang-ulang kata tersebut. Bagi muslim Indonesia, kata ‘imsak’ sangat populer dan hanya ditemui di bulan Ramadhan menjelang masuk awal waktu salat Shubuh.

Syaikh Muhammad bin Qasim mengatakan bahwa Puasa Ramadhan itu berniat secara khusus untuk menahan diri (imsak) dari berbagai hal yang membatalkan puasa, sejak terbit fajar hingga matahari terbenam.  Terdapat titik krusial dalam batasan puasa di atas, pertama, batas awal sejak fajar. Kedua, batas akhir hingga matahari terbenam. Sejak fajar itu awal waktu salat Subuh. Matahari terbenam itu awal waktu salat Maghrib. Nah, butuh kehati-hatian dalam mengawali dan mengakhiri puasa. Tanpa kehati-hatian dapat berakibat puasa Ramadhan seseorang menjadi batal dan ia harus menggantinya di lain hari.


"Imsak" itu artinya menahan diri. Dalam konteks tradisi puasa Ramadhan di Indonesia, suara "imsak" yang sering terdengar itu dimaksudkan untuk memberi peringatan dan bersiap-siap untuk memulai puasa Ramadhan. Imsak itu beberapa menit sebelum terbit fajar (awal waktu salat Shubuh). PBNU menetapkan jeda waktu antara "imsak" dan terbit fajar adalah 10 menit. Berarti sejak kata "Imsak" disuarakan, terdapat waktu 10 menit untuk bersiap-siap memulai puasa Ramadhan.

Apa saja manfaat Imsak? Banyak hal yang biasa dilakukan dalam waktu 10 menit tersebut. Di antaranya, seseorang yang belum niat puasa Ramadhan di hari itu, dapat segera berniat puasa Ramadhan. Seseorang yang masih belum membersihkan sisa-sisa makanan di mulutnya, dapat segera membersihkan sehingga aman dari tertelannya butir kecil sisa makanan. Bahkan, seseorang yang belum sempat ibadah sahur, saat Imsak masih bisa secepatnya sahur meski hanya dengan seteguk air. Walhasil, jeda waktu 10 menit tersebut adalah masa persiapan, pemanasan untuk kick off puasa Ramadhan mirip pemanasan jelang kick off Brasil versus Columbia.

Tradisi "Imsak" yang populer di tengah muslim Indonesia ini tentu khas kita, hasil kreasi para kiai tempo dulu. Di luar negeri, tradisi "imsak" tidak ada. Di sinilah kita patut bersyukur bahwa para kiai kita tempo dulu sangat memperhatikan umatnya. Para kiai tidak hanya mengajarkan teori puasa Ramadhan namun juga memberi teladan, mengawal praktiknya hingga berupaya menjaga kesempurnaan praktik puasa Ramadhan umatnya. Bahkan untuk mencapai keabsahan dan kesempurnaan puasa, hampir semua masyarakat muslim Indonesia lebih memperhatikan "imsak" daripada waktu terbitnya fajar. Logikanya, lebih sulit mengetahui ketepatan terbit fajar daripada mengetahui waktu "imsak".

Maka marilah kita lestarikan tradisi "Imsak" sebagai instrumen pemanasan dan persiapan memasuki  secara yakin puasa Ramadhan nan sah dan sempurna. Melestarikan tradisi "imsak" berarti kita ikut menjaga kesempurnaan dan keabsahan ibadah puasa Ramadhan masyarakat muslim Indonesia. Wallahu a’lam bis-shawab [***]

*Penulis adalah Wakil Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama 


Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

10 Lokasi Terbaik Nonton Pawai Ogoh-Ogoh Nyepi 2026 di Bali, Catat Tempatnya

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:50

UPDATE

Kebijakan WFH Sehari Tunggu Persetujuan Presiden

Kamis, 26 Maret 2026 | 12:03

Tito Pastikan Skema WFH Sehari Tak Hambat Layanan Pemda

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:55

Purbaya Guyur Dana Lagi Rp100 Triliun ke Bank Himbara

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:45

Efisiensi Anggaran Harus Terukur dan Terarah

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:33

Pengamat Soroti Pertemuan Anies, SBY, dan AHY: CLBK Jelang 2029

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:22

Prabowo Tambah 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp239 Triliun

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:16

Efisiensi Energi Jangan Korbankan Pendidikan lewat Pembelajaran Daring

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:11

Emas Antam Mandek, Buyback Merosot ke Rp2,49 Juta per Gram

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:01

Akreditasi Dapur MBG Jangan Hanya Formalitas

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:00

KSP: Anggaran Pendidikan Tak Dikurangi

Kamis, 26 Maret 2026 | 10:58

Selengkapnya